JOGJA – Pascaturunnya izin penetapan lokasi (IPL) Bandara di Kulonprogo, Angkasa Pura (AP) I diminta segera menyusun jad-wal dialog dengan masyarakat di sana. Pasalnya, setelah turunnya IPL bukan berarti proses sudah selesai. Namun masih ada pro-sedur lain yang harus dijalankan. Terlebih dalam proses pembe-basan tanah juga masih menung-gu pengukuran dari Badan Per-tanahan Nasional (BPN) DIJ.Gubernur DIJ Hamengku Bu-wono (HB) X mengatakan setelah turunya IPL, bukan berarti sudah selesai. Masih banyak prosedur yang harus dijalankan. Karena itu, IPL diberi waktu hingga sem-bilan bulan. “Prosesnya masih panjang, IPL juga diberi waktu hingga sembilan bulan,” ujar HB X di Kepatihan, kemarin (9/4).
Menurutnya, untuk dialog dengan warga, penyusunan jad-walnya juga dilakukan oleh pihak AP I. Untuk melakukan dialog, lanjut HB X, juga harus memiliki data kepemilikan tanah warga yang akan dibebaskan. “BPN DIJ juga harus melakukan penguku-ran, jadi prosesnya masih pan-jang,” terangnya.Pembangunan bandara ini su-lit dikebut, karena ketentuan yang diatur dalam peraturan pemerintah ada tahapan-tahapan dan tata kala waktu yang harus dipatuhi. Itu mulai dari sosiali-sasi, konsultasi publik, pembe-basan lahan, pembangunan dan sebagainya.Terlebih di Kulonprogo sen-diri, saat ini masih ada sebagian warga yang belum menerima kebijakan pembangunan ban-dara baru. Warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) tetap menyatakan menolak pembangunan bandara baru di lahan mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mi-neral (PUP-ESDM) DIJ Rani Sjamsinarsi mengaku, sudah diminta untuk mendukung ke-beradaan bandara baru di Ku-lonprogo. Salah satunya dengan segera menyelesaikan jalur ja-lan lintas selatan (JJLS) di DIJ yang ditargetkan tersambung pada 2018 mendatang. “Kebe-tulan lokasi bandara baru dile-wati JJLS, jadi sekalian dikerja-kan,” terangnya.Kesiapan lain untuk mendukung bandara baru, juga dengan mem-perlebar jalan nasional dan pro-vinsi. Saat ini, lanjut dia, di bebe-rapa ruas Jalan Wates sudah mulai diperlebar. Begitu pula untuk jalan penghubung ke ban-dara yang melewati wilayah Ban-tul juga sudah diperlebar. “Nanti yang ke bandara dari Magelang, lewat Sentolo juga akan diperlebar,” tuturnya. (pra/ila/ong)