PERJALANAN Ibud Puji Priyono mendirikan sebuah usaha baru bukan perkara mudah. Banyak suka duka yang dialaminya. Seperti yang pernah dikatakan oleh salah satu rekannya saat itu. “Juragan lumpia kok jualan cilok,” ungkap Ibud menerawang.
Ibud mengaku, perkataan temannya tersebut sedikit banyak membawa perubahan pada dirinya. Usaha yang awalnya hanya iseng berubah menjadi ide yang memecut hati nurani. “Saat mendengar kata itu saya langsung jengkel. Tak mau dibilang bikin sensasi saya pun berusaha menunjukkan yang terbaik. Caranya dengan menunjukkan kepada mereka bahwa cilok buatan saya ini beda,” paparnya.
Dibantu dengan beberapa relasi bisnisnya, 17 Agustus 2014 Ibud memberanikan membuka usaha. Ia yang awalnya hanya berjualan di Sunmor UGM seiring berjalannya waktu berhasil membuka gerai tetap di dua lokasi yang berbeda.Saat ini setidaknya ada dua gerai yang dibuka Ibud. Yakni di lokasi wisata Sindupark dan Jalan Kaliurang. “Rencananya sih kami buka satu lagi di Taman Pintar. Ini baru persiapan,” terangnya.
Ia menceritakan, keberhasilannya berwirausaha ini tidak terlepas dari sosok sang ibu. Menurutnya, sang ibu telah mengajari semuanya. Mulai dari memasak hingga manajemen keuangan.
“Saya itu kan orangnya tak bisa masak. Pas buka lumpia boom saja yang masak ibu saya. Kalau saya sih hanya bantu-bantu service saja,” kata pria lulusan D3 perhotelan dan pariwisata ini. (met/ila/mga)