FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
RANGKUL SEMUA: Polres Magelang Kota melakukan pembinaan pada para jukir di Balai Pertemuan Kelurahan Cacaban, kemarin (9/4).
MAGELANG – Tukang atau juru parkir (jukir) dinilai berpengaruh besar pada penataan ketertiban lalu lintas (lalin) di Kota Magelang. Karena, keberadaan mereka berperan pada pengaturan parkir kendaraan yang mendukung kelancaran lalu lintas.Kasatlantas Polres Magelang Kota AKP Rizeth Ariwibowo mengatakan, kondisi perparkiran di Kota Magelang sejauh ini sudah baik. Hanya, masih ditemukan titik-titik kesemrawutan yang bisa mengganggu kelancaran lalu lintas.”Yang semrawut ini perlu ditertibkan dan para jukir perlu terus dibina. Ba-gaimanapun, adanya jukir membantu pengaturan lalu lintas di sekitar tempat parkir,” kataq Rizeth di sela pem binaan para jukir di Balai Pertemuan Ke lurahan Cacaban, kemarin (9/4).
Ia meneruskan, pembinaan para jukir sangat penting dilakukan guna menciptakan ketertiban dan kelancaran lalu lintas. ia mengingatkan, ma syarakat untuk mengetahui seandainya parkir semrawut. Akhirnya, kondisi lalu lintas bakal ikut semrawut dan pengguna jalan tidak nyaman.”Ini yang perlu kami tanamkan pada diri jukir agar mereka ikut men-jaga ketertiban lalu lintas. Caranya dengan memarkir kendaraan di tem-pat parkir yang disediakan. Jangan memarkir kendaraan di sembarang tempat yang membuat tidak nyaman pengguna jalan lain,” tegasnya.
Kanit Dikyasa Aiptu Sumarni me-nambahkan, pembinaan pada para jukir menjadi tugas pokoknya. Ter-utama dalam menjalankan program sosialisasi ketertiban lalu lintas yang menyasar ke semua segmen masya-rakat. Termasuk para tukang parkir.”Ini baru pertama kalinya kami lakukan sosialisasi tertib lalu lintas ke tukang parkir. Tujuannya mengajak para jukir ikut tertib dalam mengelo-la parkirnya. Kalau parkir yang di tempat parkir dan bisa memahami situasi jika mau memasukkan atau mengeluarkan kendaraan,” tegasnya.
Pembinaan tersebut, lanjut Sumarni, dilakukan selama dua hari. Jumlah jukir yang ikut pembinaan mencapai 200-an dari total jukir yang ada seba-nyak 250-an orang. Mereka mengikuti pembinaan. Mulai ketertiban lalu lintas, kelengkapan kendaraan, dan etika perparkiran.”Kami juga sampaikan agar dalam menjalankan tugasnya selalu me makai seragam, bercelana panjang, berse-patu, membawa ID Card, karcis parkir, dan peluit. Satu lagi, kami imbau agar waspada terhadap aksi pencurian helm dan aksi kriminal pecah kaca mobil,” katanya. (dem/hes/ong)