ZAKKY MUBAROK/RADAR JOGJA
DILIMPAHKAN: Tersangka Dahono (kiri) dan Maryani (tengah) saat menuju Kejari Bantul, kemarin (9/4).
JOGJA – Kejati DIJ memenuhi janjinya melimpahkan berkas perkara korupsi hibah Persiba dengan tersangka Maryani dan Dahono. Kemarin (9/4) tim penyidik yang dipimpin Kasi Penyidikan Anshar Wahyudin SH resmi melimpahkan berkas, tersangka berikut barang bukti ke Kejari Bantul. Pelimpahan dilakukan setelah jaksa peneliti menyatakan berkas penyidikan tersangka Maryani (Direktur PT Aulia Trijaya Mandiri) dan Dahono (mantan Bendahara Persiba) dinilai lengkap. “Pe-limpahan tersangka dan barang bukti dilakukan di Kejari Bantul. Sebab, locus perkara berada di wilayah hukum Ka-bupaten Bantul,” kata Kasi Penkum Ke-jati DIJ Zulkardiman SH kemarin (9/4). Hanya, dalam tahap dua tersebut jaksa penuntut memutuskan tidak melakukan penahanan kepada kedua tersangka.
Alasannya, Maryani dan Dahono telah mengembalikan uang yang diduga se-bagai kerugian negara. Selain itu, selama proses penyidikan kedua tersangka dinilai koperatif dan tidak pernah mengganggu jalannya pe-meriksaan. “Para tersangka bersikap koperatif, sehingga pemeriksaan berjalan lancar,” tambah Anshar. Meski pelimpahan tahap kedua di-lakukan di Bantul, bukan berarti jaksa penuntut umum semuanya berasal dari Kejari Bantul. Sama seperti perkara lain, kejati tetap akan menugaskan jaksa un-tuk ikut terlibat pada persidangan. “Jaksa penuntutnya ada dari Kejati DIJ dan kejari,” terang Zulkardiman.Usai pelimpahan tahap kedua, jaksa penuntut akan segera menyusun dakwaan. Biasanya, penyusunan dakwaan paling lama dua minggu. “Secepatnya dakwaan akan dibuat supaya bisa segera dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Zulkardiman.
Sebelum dilimpahkan ke Kejari Bantul, para tersangka datang ke Kejati DIJ se-kitar pukul 09.00 dengan didampingi penasihat hukumnya. Setelah proses administrasi lengkap, penyidik langsung membawa kedua tersangka untuk mela-kukan cek kesehatan di Bagian Kedok-teran dan Kesehatan (Dokkes) Polda DIJ dan sidik jari di Mapolda DIJ. Cek fisik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para tersangka. “Hasil cek kesehatan sementara, para tersangka sehat,” beber Zulkardiman. (mar/laz/ong)