JOGJA – Polda DIJ menjamin akan menindak tegas oknum anggotanya yang bekerja tidak profesional. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya empat ang-gota yang bertugas di unit Registrasi dan Identifikasi (Regiden) Satlantas Polres Bantul yang diduga terlibat penggelapan pajak kendaraan bermotor. Tidak tanggung-tanggung, nilai uang yang digelapkan mencapai miliran rupiah
“Apabila ada oknum anggota Polri yang terlibat perbuatan kriminal, tidak profesional, dan mencoreng institusi, akan di-tindak tegas,” ujar Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pujiastuti kemarin (9/4).Hanya, sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada oknum ang-gota tersebut semua tergantung tingkat kesalahan. Sanksi bisa berupa teguran lisan, tertulis hingga pemecatan. Saat ini, Pol-res Bantul bersama Kanwil Kan-tor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) DIJ sedang menelusuri dugaan penggelapan itu. “Penyeli-dikannya oleh Polres Bantul. Perkembangannya, tanya saja ke Polres Bantul,” terang Anny.
Anny menambahkan, sesuai kebijakan Kapolda DIJ Kombes Erwin Triwanto, pihaknya akan memberikan sanski tegas ke-pada oknum anggota polisi yang tidak bekerja secara profesional, melakukan perbuatan tercela, dan mencoreng korps Bhayang-kara. Peringatan ini untuk men-cegah agar polisi tidak sewenang-sewenang dalam menjalankan tugasnya. “Kebijakan Pak Ka-polda jelas, harus ditindak tegas,” tandasnya.Seperti diberitakan, empat ang-gota Satlantas Polres Bantul dinon-jobkan. Ini menyusul adanya dugaan penggelapan pajak ken-daraan bermotor. “Kerugian belum diketahui, masih diaudit,” kata Kapolres Bantul AKBP Surawan. Menurutnya, kepolisian hanya sebagai petugas lapangan dalam menangani pajak kendaraan bermotor. Sebagai pemilik ken-daraan, wajib pajak langsung menyetorkan uang sendiri ke bank yang telah ditunjuk KPPD. “Kita nggak masuk dalam sistem mereka (KPPD). Semuanya on-line,” tambah Surawan.
Ia menduga, penggelapan ini karena adanya sistem target da-lam pendapatan pajak kendar-aan bermotor. Ketika target tercapai, otomatis kecurangan akan tertutupi. Kecurangan ini akan tampak bila diteliti lebih dalam. Namun demikian, ia mengaku tak mengetahui du-gaan penggelapan ini apakah karena memang kesalahan sis-tem atau anggotanya. “Kalau pajak (praktiknya) kan ada yang nunggak, dan ada yang telat. Ini kan susah mengontrolnya. Apalagi ada target. Nah, target ini yang harus ada audit secara khu-sus,” jelasnya. (mar/zam/laz/ong)