MUNGKID – Ada beragam cara mengajak siswa-siswi mencintai alam lingkungan di sekitarnya. Di Kabupaten Magelang, siswa-siswi SMP dari sekolah negeri dan swasta diikutkan dalam lomba membuat poster soal kepedulian lingkungan.
Lomba ini merupakan salah satu bagian dari Lomba Festival Seni Siswa Nasional se Kabupaten Magelang. Acara sendiri dipusatkan di GOR Gemilang, Mungkid.
“Lomba ini untuk mengajak siswa-siswa mencintai alam lingkungan. Bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Utamanyamenjaga kebersihan dari sampah,” kata Koordinator Panitia Lomba Desain Poster Moh Rohayat kemarin (9/4).
Pada lomba tersebut, tema yang diambil adalah “Cintailah Bumi dan Bebaskan Sampah dari Lingkungan”. Selain mengajak siswa tetap menjaga lingkungan, tujuan lain lomba untuk membentuk pengembangan karakter siswa.
Siswa yang menang pada lomba poster tersebut diikutkan pada lomba tingkat provinsi. Selain itu, juara pertama, kedua, dan ketiga mendapat uang pembinaan, piala, dan piagam.
Khusus lomba desain poster, ada 59 peserta. Mereka berasal dari SMP negeri maupun swasta yang tersebar di 21 kecamatan. Ada tiga kriteria penilaian. Yakni, kreativitas, komunikasi gambar, dan keindahan.
“Tujuan lomba ini agar anak-anak mencintai bumi dan bebaskan sampah dari tubuhnya. Serta mengajak siswa untuk mencintai alam lingkungan dan bersama menjaga kebersihan dari sampah,” jelasnya.
Ada beberapa lomba festival yang dipertandingkan pada kesempatan ini. Di antaranya, seni suara, musik tradisional, tarian, desain poster, desain batik, dan lainnya. Lomba ini, untuk menyongsong dan memotivasi siswa untuk mewakili ke tingkat nasional.
Plt Kepala Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magelang Eko Triyono menyatakan, pendidikan merupakan aspek penting
dari kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam membangun bangsa Indonesia. Karena, karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia sekolah. Anak perlu diajarkan dan mengenali budaya bangsa masa lalu dengan menumbuhkan karakter pada peserta didik.
“Pembentukan karakter pada seseoang bisa dilakukan melalui proses pendidikan yang diintegrasikan pada berbagai mata pelajaran. Termasuk pelajaran seni dan budaya bangsa,” katanya saat pembukaan lomba festival seni siswa nasional se-Kabupaten Magelang.
Menurutnya, pendidikan seni perlu diajarkan untuk mengenalkan dan mempelajari budaya bangsa. Serta bisa sebagai sarana menumbuhkan dan mengembangkan individu peserta didik dalam rangka mempersiapkan hari depan.
“Pendidikan seni bisa menumbuhkan karakter pada peserta didik,” katanya.
Dengan mempelajari budaya bangsa pada masa lalu, peserta didik akan menemukan beragam nilai luhur yang patut ditanamkan dalam dirinya.
“Serta, bersedia melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa yang ada. Melalui pendidikan seni, anak dituntut berkreativitas,” katanya.(ady/hes/mga)