JOGJA – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang menghapus Ujian Nasional (Unas) sebagai tolak ukur utama kelulusan siswa berdampak pada teknis pelaksanaan. Di Kota Jogja, ka-rena nilai Unas tak berpengaruh ter-hadap kelulusan siswa, keberadaan petugas polisi yang biasanya diminta ikut mengamankan, ikut dihapus.Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, ka-rena tak berpengaruh, pihaknya tak me-minta bantuan polisi untuk mengamankan pelaksanaan Unas di sekolah-sekolah
Disdik hanya akan mengerah-kan guru dengan sistem silang.”Tak ada petugas kepolisian. Baik yang berseragam atau tidak,” ujar Edy, kemarin (10/4).Ia mengungkapkan, tanpa ada-nya polisi, tak akan berpengaruh terhadap jalannya Unas. Pihaknya tetap menjamin pelaksanaan Unas yang mulai pada Senin (13/4) lusa, berjalan lancar dan tertib. “Kalau kemarin (tahun-tahun sebelumnya) kan untuk menganti-sipasi hal-hal yang menganggu kenyamanan,” ujarnya.Tapi, karena sekarang Unas tak berpengaruh terhadap kelulusan, pihaknya memilih dengan me-manfaatkan SDM dari sekolah. Keberadaan petugas yang tak lain guru ini, tetap bisa mengawasi pelaksanaan Unas dengan baik.”Tujuan utama tetap kejujuran melaksanakan Unas,” tambahnya.
Sedangkan untuk pelaksanaan Unas online atau computer based test (CBT) baru bisa dibuka oleh pihak sekolah menjelang pelaksa-naan Unas Senin (13/4) mendatang. Meski soal-soal Unas online ter-sebut sudah bisa diunduh oleh sejumlah sekolah penyelenggara, soal-soal tersebut tersimpan di jaringan intranet dan baru bisa diakses, Senin (13/4), saat pelaksa-naan Unas dimulai.”Pengunduhan soal-soal sudah dilakukan oleh tim khusus yang disertai teknisi. Setelah diunduh, soal-soal tersimpan di jaringan intranet. Dan jaringan setelah tersimpan jaringan sekolah di-putus baru dihidupkan lagi men-jelang pelaksanaan Unas,” tu-turnya. Mengenai pembukaan soal-soal, Disdik memastikan akan dilakukan tim khusus dan tek-nisi yang sudah terlatih. Tim ini berada di masing-masing sub rayon. Begitu pun dengan tekni-si dan pengawas. “Pembukaan-nya menggunakan kode khusus yang diberikan pusat. Setiap siswa akan mendapat paket soal berbeda-beda,” katanya. (eri/jko/jiong)