JOGJA – PSIM Jogja berharap kick off kompetisi Divisi Utama (DU) 2015 berjalan sesuai jadwal, yakni 26 April mendatang. Sebab bila kompetisi kembali diundur, peserta kompetisi yang akan dirugikan.Mundurnya kompetisi bukan tidak mungkin terjadi, seiring dengan dihentikannya kasta ter-tinggi liga Indonesia QNB League oleh operator Indonesia Super League PT Liga Indonesia. Kompetisi direncanakan akan kembali bergulir pada 18 April mendatang.
Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru berharap kompetisi tidak tidak mundur dan berjalan sesuai dengan ren-cana PT Liga Indonesia digelar pada 26 April. “Kepastiannya setelah pelaksanaan manajer meeting untuk membahas kom-petisi,” jelas Agung kemarin(10/4).Menurut Agung, pengunduran waktu dikawatirkan memenga-ruhi mental para pemain. Ke-jenuhan menunggu kepastian kompetisi menjadi bayangan paling mengganggu tim.Pengunduran kompetisi, jelas Agung, juga akan berpengaruh pada persiapan tim yang berhu-bungan dengan pihak ketiga. Seperti kerjasama dengan appa-rel untuk melhauncing jersey yang tentu saja harus juga diundur.”Bagai mana kami meluncurkan tim dan jersey kalau kompetisi tidak jelas,” terangnya.
Pelatih PSIM Seto Nur-diyantara menyatakan, secara teknis skuatnya telah siap menjalani kom-petisi. Sehingga dia ber-harap, jadwal kompetisi DU tidak mundur karena berpengaruh pada per-forma tim. “Bila mundur lagi, kondisi fisik bisa turun. Anak-anak akan jenuh juga menunggu kompetisi berjalan,” kata pelatih pemegang lisensi B AFC.Dia menyebut, pihaknya telah menyusun agenda persiapan sejak Februari lalu. Bila diundur, diyakini apa yang telah dipersi-apkan bisa tidak berfungsi. “Kami tinggal menjaga stabili-tasnya. Kami sudah terapkan skuat untuk bermain cerdas, di mana saat butuh bermain di-mana saat tidak tampil,” jelas Seto. (bhn/din/ong)