KBW FOR RADAR JOGJA
TERUS AKTIF: Anggota perkumpulan tari klasik gaya Jogjakarta KBW terus berupaya untuk melestarikan kesenian gaya Jogja.
JOGJA – Setelah vakum selama 18 tahun, yakni pada kisaran 1986 hingga 2004 silam, perkumpulan tari klasik gaya Jogjakarta Kridha Beksa Wirama (KBW) kembali menggeliat. Itu di-lakukan untuk melestarikan kesenian tari klasik gaya Jogjakarta agar bisa dikenal oleh generasi penerus. Ada banyak kegiatan yang sudah dilakukan, mulai dari sarasehan hingga latihan rutin tari dan karawitan. Makin menunjukkan eksistensinya dengan melakukan pelantikan pengurus per-kumpulan KBW periode 2015 hingga 2020. Duduk sebagai ketua yakni RAy MM Nawangsasi, SE dengan Ir RM Condroyono, MSP sebagai ketua dewan penasehat. “Pelantikan dilakukan Minggu (5/4) lalu di Pendopo nDalem Tejokusuman di Jalan Wakhid Hasyim, Jogja,” ujar RAy MM Nawangsasi, SE baru-baru ini.
Dijelaskan, KBW didirikan pada tanggal 17 Agustus 1918 oleh GPH Tejokusumo dan BPH Suryodiningrat yang merupakan dua pangeran dari putra Sri Sultan HB VII. Saat itu KBW adalah organisasi tari pertama kali yang berdiri di luar tembok Keraton Jogja sekaligus sebagai organisasi resmi pertama para pangeran.Dalam Majalah Djawa terbitan tahun 1940, aktivitas KBW mendapatkan bantuan material dan moral dari Sri Sultan HB VII dan Sri Sultan HB VIII hingga pada Sri Sultan HB IX. Saat ini, tercatat lebih dari 100 siswa generasi muda yang belajar di KBW dan saat ini sudah dibuka kembali latihan rutin tari dan karawitan di Jalan Tirto dipuran No. 63 Jogja.Latihan rutin diadakan setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 17.00 hingga 20.00 untuk tari. Sedangkan hari Rabu pukul 19.00 sampai 21.00 untuk tari dan Minggu 19.00 sampai 21.00 untuk latihan karawitan. (ila/ong)