AMAN DI JALAN:Duwi Novrianti memiliki trik khusus untuk menghindari kejahatan di jalan raya. Salah satunya dengan mencari rute jalan yang ramai dan mencari barengan saat pulang.
Maraknya tindak kriminalitas di jalan beberapa waktu lalu membuat orang cemas. Termasuk Duwi Novrianti yang sering beraktivitas hingga malam hari setiap harinya. Dara manis ini lantas mencari cara untuk mengantisipasi tindak kejahatan di jalan raya.
PENGALAMAN buruk dan tidak mengenakan saat berada di jalan pernah dialami oleh dara cantik kelahiran Pekanbaru, 14 November 1991 ini. Tepatnya per tengahan tahun 2014, Duwi, sapaan akrabnya, bertemu dengan orang iseng. Meski tidak sampai celaka, pengalaman buruk ini cukup membekas. Waktu itu dia sempat ditowel punggungnya oleh pengendara motor.”Kayaknya orang iseng atau lagi mabuk karena cuma towel punggung. Tapi kaget dan sempat syok pada waktu itu. Apalagi waktu itu masih siang dan keadaan jalan masih ramai,” kenangnya.
Bagi Duwi pengalaman ini tidak bisa dilupakan dan menancap di benaknya. Pengalaman ini didapatkannya ketika dia akan kembali ke kos yang berada di daerah Sewon, Bantul. Waktu itu dia pun tidak berkendara sendirian melainkan bersama seorang temannya.Trauma bertambah ketika dia mendengar pengalaman tidak mengenakan. Alumnus Penciptaan Tari ISI Jogjakarta ini mendengar ada mahasiswa satu kampusnya yang dibacok. Tentu saja ini menambah trauma untuk keluar dan berkendara sendirian.”Lupa dari jurusan mana tapi berita itu cepat tersebar di kampus. Menambah trauma apalagi kondisi saat itu memang sedang rawan-rawannya,” katanya.
Sebagai seorang penari tentunya aktivitas malam hari merupakan hal yang wajar. Apalagi untuk berlatih tidak jarang dia harus pulang malam. Rute yang dilewati oleh mahasiswi Manajemen Tata Kelola Seni Pasca Sarjana ISI Jogjakarta pun seakan membelah Jogjakarta.Keseharian, Duwi hari melintas dari kosnya di Bantul menuju tempat berlatihnya di daerah Sleman. Tentunya ini menambah rasa was-was. Namun untuk mengatasi ini Duwi memiliki ber-bagai cara.Pertama, dia memilih untuk pulang melalui jalan yang ramai. Meski rute ini lebih jauh tapi dia lebih memilih jalan yang aman. Kedua, selalu mencari barengan ketika menuju kosnya. Untungnya beberapa teman ber latihnya juga tinggal di daerah Sewon.Cara terakhir ini yang mungkin tidak masuk akal namun patut dicoba. Saat mengendarai motor Duwi memilih untuk berdandan seperti cowok. Caranya mulai dari berpakaian hingga membawa diri saat berkendara. “Intinya jangan panik saat berkendara apalagi saat sendirian. Kalau panik justru bisa jadi kode untuk pelaku kejahatan. Kalau kepepetnya pulang malam sebisa mungkin cari teman. Cari rute yang aman, meski lebih jauh yang penting aman,” saran Duwi.
Meski begitu Duwi juga tak ragu untuk membatalkan janji. Terutama jika pada malam hari dan jauh dari kosnya. Untuk hal ini dia meminta pengertian kenapa lebih memilih untuk mengurungkan niat.Ketika ditanya apakah tertarik untuk mendalami bela diri, dara cantik ini mengiyakan. Namun karena terbatasnya waktu, Duwi belum sempat mencobanya. Lebih memilih melakoni tips yang telah dilakukannya selama ini. “Oiya satu lagi jangan menggunakan aksesori yang mencolok. Kalau pakai tas bisa dimasukan di jaket atau di tengah. Tetap berpikiran positif, waspada itu perlu tapi jangan takut saat di jalan. Justru rasa takut inilah yang membuat kita menjadi paranoid,” tutupnya. (dwi/ila/ong)