SETIAKY/RADAR JOGJA
DIDISTRIBUSIKAN: Soal Unas untuk jenjang SMA/SMK/MA dan Paket C diperiksa lagi sebelum didistribusikan ke sub rayon dari gudang Disdikpora DIJ di GOR Amongrogo, Jogja, kemarin (11/4).
JOGJA – Dinas Pendidikan Pe-muda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ sudah mulai mendistribusi-kan soal-soal ujian nasional (Unas) untuk jenjang SMA/SMK/ MA dan Paket C, ke sub rayon atau kelompok kerja (pokja) di seluruh DIJ. Soal Unas untuk 48.612 pe-serta itu diangkut dengan sem-bilan armada dari gudang Dis-dikpora DIJ di GOR Amongrogo, Jogja, kemarin (11/4).Dalam pelaksanaan Unas tahun ajaran 2014/205 ini, Disdikpora DIJ tidak menargetkan perolehan nilai tertentu
Menurut Kepala Disdikpora DIJ Kadarmanta Baskara Aji, seperti tahun-tahun sebelumnya, DIJ mengharapkan kejujuran para siswa dalam mengerjakan Unas. “Mau peringkat nasional berapa pun tidak masalah, yang penting kejujuran nomor satu,” ujar Aji di sela distribusi soal Unas kemarin (11/4).Diakui, kebijakan Unas tidak lagi menjadi faktor kelulusan siswa akan membuat perubahan siswa dalam menghadapi Unas. Tetapi, dirinya meminta para siswa dan guru untuk terus ter-motivasi dan bersemangat dalam mengerjakan Unas, yang akan dilaksanakan 13-16 April 2015.
Terlebih hasil Unas juga dip-erhitungkan untuk jenjamg pendidikan selanjutnya. Menurut Aji, untuk jenjang SMA/SMK/MA ini para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke uni-versitas tetap akan berseman-gat mengerjakan Unas, tapi yang tidak melanjutkan bisa jadi ku-rang bersemangat. “Tapi saya sudah minta para guru untuk terus memotivasi siswa dalam mengerjakan Unas nanti,” ung-kapnya.Pada tahun ini, Unas juga akan diselenggarakan dengan sistem ujian lama, dengan mengerjakan di kertas atau paper based test (PBT) dan Unas online atau com-puter based test (CBT). Di DIJ ada 382 sekolah jenjang SMA/SMK/MA yang akan melakukan Unas PBT dan 36 sekolah yang melaksanakan CBT, yang ter-diri atas 35 SMK dan satu SMA. “SMA yang melakukan CBT ha-nya SMA 1 Wonosari,” terang Aji.Aji menambahkan untuk Unas CBT, pada Sabtu dan Minggu (11-12/4) ini merupakan fase kritis, karena merupakan waktu untuk mengunduh soal Unas. Jika sudah bisa terunduh se-muanya, maka soal Unas akan disimpan di server.
Untuk membuka soal Unas di server tersebut hanya bisa dila-kukan setelah sekolah menda-patkan password dari pusat. Password akan dikirim melalui berbagai media, bisa melalui telephon atau via e-mail. Pass-word itu baru didapatkan pada hari H pelaksanaan Unas. “Mis-al untuk Unas Senin, password juga baru didapat Senin pagi, begitu pula Unas hari berikutnya,” terang Aji.Disdikpora DIJ sendiri juga sudah menyiapkan soal Unas PBT bagi sekolah yang menyel-enggarakan Unas CBT tapi men-galami gangguan secara meny-eluruh. Jika gangguan hanya terjadi pada sebagian komputer saja dan masih bisa diperbaiki, peserta akan diikutkan dalam Unas susulan yang dilaksanakan pada 20-22 April 2015. “Tapi kalau ngadatnya lebih dari dua hari, akan diganti dengan PBT, karena ujian susulan hanya dua hari,” terangnya.
Sebelum ditunjuk sebagai se-kolah penyelenggara CBT, tiap sekolah sudah mendapat veri-fikasi dari Pusat Penilaian Pen-didikan (Puspendik). Sekolah yang melaksanakan Unasber-basis computer harus memiliki komputer dengan jumlah mini-mal sepertiga dari siswa yang akan menjadi peserta Unas, di-tambah cadangan 10 persen dari jumlah komputer yang ter-sedia.Total terdapat 9.462 peserta SMA/SMK di DIJ yang akan melakukan Unas melalui CBT. “Setiap siswa akan mendapat soal yang beda, sehingga tidak saling contek,” paparnya.
Sementara itu, distribusi soal PBT untuk SMA/MA mulai di-distribusikan ke 12 pokja di DIJ. Total terdapat 206 sekolah SMA/MA dengan total peserta men-capai 20.308 peserta. Untuk tingkat SMK dikirim ke 14 pok-ja di DIJ dengan total mencapai 176 sekolah dan 16.537 peserta. Untuk jenjang SMA LB terdapat 16 sekolah, yang terdiri atas 30 peserta. “Rata-rata satu sekolah dua peserta didik,” ucapnya.Selain itu juga ada SMA/MA inklusi, terdapat 27 peserta yang ikut serta, terdiri tuna netra satu peserta, tuna daksa satu peserta, tuna rungu delapan peserta, low vision enam peserta dan slow learner 11 peserta. Aji menambahkan, dalam Unas kali ini juga ada empat peserta yang harus mengerjakan Unas di dalam Lembaga Pemasyara-katan, yang terdiri atas tiga siswa dari sekolah di Sleman dan satu sekolah di Kota Jogja. “Nan-ti ada dua pengawas dan seorang petugas yang membawa soal ke lokasi. Kalau lokasinya sama, ya sudah jadi satu,” ungkapnya. (pra/laz/ong)