DOKUMEN GANA FOR RADAR JOGJA
SOSIALISASI: Salah satu pemateri dari Polda DIJ, En-dang, saat menjelaskan dampak narkoba di hadapan ma ha sis wa STMIK AMIKOM Jogjakarta (9/4).
SLEMAN – Para mahasiswa STMIK AMIKOM Jogjakarta mendapat pencerahan tentang P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) dan HIV/AIDS dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIJ, Kamis (9/4)
Kegiatan sehari itu merupakan rangkaian sosialisasi P4GN dan HIV/AIDS di beberapa tempat di Jogjakarta. STMIK AMIKOM mendapat kesempatan di hari terakhir dengan narasumber dari Polda dan GRANAT DIJ.Pemateri dari Polda DIJ Kom-pol Drs Rachmat Hartono men-jelaskan tentang strategi pence-gahan dan pemberdayaan ma-syarakat dalam P4GN di Dik-pora DIJ. Menurutnya, terdapat tiga metode penanggulangan narkoba, yaitu mengurangi (men-ekan) permintaan narkoba, mengurangi (menekan) dampak buruk narkoba, mengurangi (menekan) pasokan narkoba. Pemateri lain yang juga berasal dari Polda DIJ, Endang menje-laskan, dampak penggunaan narkoba bagi organ tubuh, cara pemakaian narkoba yang disa-lahgunakan, dan bagaimana mengelola diri agar jauh dari narkoba. “Fenomena narkoba bagaikan gunung es, kasus yang terungkap layaknya gunung es yang nampak di atas permu-kaan, sedangkan yang belum terungkap bagaikan gunung es di bagian bawah permukaan yang ukurannya jauh lebih besar,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Endang memperlihatkan contoh jenis-jenis narkoba.Sementara itu, pemateri dari GRANAT DIJ, Feriyanto lebih banyak bercerita mengenai tek-nis dunia narkoba yang sebe-narnya. Feriyanto tidak canggung menyampaikan pengalamannya yang ternyata dia juga bekas pengguna narkoba. “Banyak orang-orang lapangan yang sudah pernah menjadi pengguna narkoba. Banyak fakta-fakta yang menarik dan mengerikan bagi masyarakat awam. Karena itu, jauhi lah nar-koba,” ajaknya.Dalam kesempatan ini, GRANAT memutar sebuah video menge-nai orang Brasil yang terkena dampak dari penggunaan nar-koba berjenis croc. Dalam video tersebut, seorang wanita muda tampak pada tangan dan tubuh-nya yang telah digerogoti dam-pak penggunaan croc. “Narkoba jenis ini (croc) me-maksa pemakai untuk mengga-ruk-garuk bagian tubuh, karena akan terasa lebih nikmat apa-bila bekas bagian tubuh tersebut dimakan,” tuturnya.
Daging dari tangan dan anggota tubuh wanita tersebut terkikis sampai terlihat tulangnya. Di akhir acara, ada testimoni dari Dicky yang juga anggota GRANAT. Dia adalah mantan pecandu yang telah mengguna-kan hampir semua jenis nar-koba, kecuali putaw karena ia takut jarum suntik. Panitia pelaksana acara dari Gerakan Anti Narkoba AMIKOM (GANA) Muhammad Abdul Aziz mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta seminar. Tak lupa ia juga meminta maaf, jika ada kesalahan, baik dari segi teknis panitia, maupun kesala-han dari pemateri dalam meny-ampaikan isi materi. “Serta kepada salah satu pe-serta sosialisasi, saudara Mat-heus Giovani Putra Gana yang telah kami rugikan, karena di-anggap tidak sesuai dengan surat pernyataan. Kami juga memohon maaf, sungguh bukan maksud kami melanggar dari surat pernyataan tersebut,” ka-tanya. (jko/laz/ong)