DWI AGUS/RADAR JOGJA

LEILANI HERMIASIH

PENGALAMAN menarik akan dihadirkan oleh musisi Frau Sabtu malam nanti (11/4). Musisi yang memiliki nama asli Leilani Her-miasih ini, mengkolaborasikan musiknya dengan tari. Konsep tersebut digarap bersama koreogra-fer muda Mila Rosinta Totoatmojo.Kolaborasi indah ini akan berlangsung di Pen-dopo Wisata Kuliner Kampung Pringwulung. Bagi wanita kelahiran Jogjakarta 2 Mei 1990 ter-sebut, pengalaman ini merupakan yang perdana. Meski konsepnya pernah digarap oleh Lani, sa-paan akrabnya, bersama Mila belum lama ini di Jakarta “Sebenarnya sudah pernah berkolaborasi bersama Mila. Di acara beasiswa LPDP ini dengan cara saling merespons. Jadi mem-bawakan lagu Tarian Sari lalu diwujudkan ke dalam olah gerak tari,” kata alumnus magister An-tropologi Sosial (Ethnomusico-logy) di Queen’s University Bel-fast, Kerajaan Inggris ini.
Bagi Lani, kolaborasi ini sangat menantang. Karena lagu karyanya dihadirkan dalam wujud gerakan. Untuk melengkapi kolaborasi, dirinya harus berdialog. Terutama untuk memaknai barisan lirik dan nada menjadi sebuah gerakan.Tantangan ini baginya meru-pakan pengalaman yang tidak terlupakan. Ini karena tidak mu-dah menggubah nada dan lirik menjadi sebuah tarian. Untuk konsep, nanti malam akan ada pematangan.”Sebelumnya memang belum pernah berkolaborasi dengan tari. Kalau besok (hari ini) ini, kelanju-tan dari yang kemarin. Dengan berbagai penyempurnaan dari konsep gerak,” ungkapnya.
Sebelum mewujudkan konsep ini, dirinya terlebih dulu mela-kukan brain stormy. Harus melalui berbagai debat, untuk mematangkan konsep. Karya kolaborasi ini akan berbicara tentang kedua seniman lintas disiplin ini.Dengan adanya kolaborasi tersebut, Lani berharap ada pe-nga laman baru. Terutama kolabo-rasi antarseniman lintas disiplin. Se hingga seni dapat berkembang, tidak hanya dalam lingkupnya sen diri.(dwi/jko/ong)