DEDIH KUSNADI
Pelatih UtamaTarung Drajat DIJ

Jangan Takut meski Postur Tak Sebanding

 
Tindak kriminal bisa terjadi pada siapa saja. Jenis kelamin tidak jadi pertimbangan, yang lemah selalu jadi sasaran empuk. Pencopet, penjambret ataupun begal terkadang taksegan-segan melumpuhkan korbannya. Rasa was-was pasti ada, namun jangan dulu takut dan panik jika kejahatan ada didepan mata atau terjadi pada diri kita.
ADA beberapa langkah yang bisa diantisipasi. Kuncinya, jangan panik saat berhadapan dengan situasi yang sulit. Selain itu, juga harus waspada dan berhati-hati saat berada di jalan. Sejumlah tips dan trick disampaikan oleh Pelatih Utama Tarung Drajat DIJ Dedih Kusnadi agar para perempuan bisa men-jaga diri mereka.”Terpenting tidak panik dan tenang. Mau apa dia (penjahat), kita ikuti tapi tetap waspada,” ujarnya belum lama ini.Dedih mengatakan, yang sering kali terjadi korban lebih dulu panik dan merasa tidak berdaya. Meski sesungguhnya, si korban memiliki kemampuan untuk bertahan diri dan melawan. Tidak panik dan tenang adalah dua kunci untuk pertahanan diri.
Ada baiknya, seseorang juga memiliki teknik praktis beladiri yang dapat dipelajari dari berbagai olah-raga beladiri, salah satunya tarung drajat. Menurut Dedih, olahraga yang terlahir dari jalanan namun kini sudah ke prestasi ini, hampir semua teknik dan gerakan dapat diaplikasikan untuk menghadapi kondisi dan situasi berbahaya, seperti kriminalitas.Tua muda, bahkan anak-anak dari usia tujuh tahun bisa ikut berlatih. Baik berkelompok maupun privat. Karena, bekal teknik praktis beladiri sangat berguna bagi siapapun untuk menghadapi tindak kriminalitas. “Di tarung drajat semua dilatih, mulai dari pukulan, tendangan, ban-tingan, kuncian yang dikemas prak-tis dan efektif. Siapapun yang mau berlatih beladiri praktis, para pelatih tarung drajat akan selalu siap,” ujar pelatih yang sudah berlatih tarung drajat sejak tahun 1991 ini.
Menurutnya, perempuan ada baiknya menguasai teknik praktis beladiri. Setidaknya untuk melawan dan mempertahankan diri. Jangan dulu takut karena postur tubuh tidak sebanding. Tanamkan pada diri untuk tidak panik dan takut, dan fokus pada kelemahan di penjahat.”Kalau orang jahatnya cowok, sudah jelas kelemahannya ada pada selangkangan, target me-lumpuhkan tendang atau fokus saja ke arah itu,” ujarnya.Petarung yang mulai menjadi pelatih sejak tahun 1996 ini menambahkan, jika sudah tahu kelemahan lawan, tidak butuh sen-jata apapun untuk melumpuhkan. Meskipun postur tubuh si jahat lebih tinggi ataupun lebih besar. Ikuti gerakannya, waspada dan bereaksilah dengan cepat.”Tendang dulu ke arah perut atau pukul lehernya, baru tendang selangkangannya, itu teknik paling praktis dan efektif,” ujar pelatih bersabuk hitam ini. (dya/ila/ong)