PUTERI SYOFYANITA/RADAR JOGJA
KHAS MERAPI: Pertumbuhan anggrek Vanda Tricolor pada umur satu hingga tiga tahun.

Gencar Penyelamatan, Balai TNGM Luncurkan Program Adopsi

Anggrek, siapa yang tak tahu bunga ini? Di lereng Gunung Merapi ternyata tumbuh tanaman anggrek yang punya keunikan tersendiri alias tidak ditemukan di daerah lain. Tapi yang memprihatinkan, Vanda Tricolor, anggrek khas Merapi itu kini diambang kepunahan karena erupsi dahsyat 2010 lalu.
PUTERI SYOFYANITA, Jogja
TANAMAN dalam FamiliOrchidaceae ini termasuk tumbuhan berbunga dengan ang-gota jenis terbanyak. Tanaman yang juga sebagian besar dari jenisnya tumbuh seba-gai epifit (menempel pada batang pohon) ini sering dijumpai di wilayah beriklim se-dang, seperti lereng Merapi atau wilayah dengan vegetasi tidak terlalu kering.Anggrek memiliki berbagai macam jenis dengan keunikan masing-masing. Seba-gian dari jenis anggrek itu termasuk ke dalam flora endemik.
Salah satunya yai-tu anggrek Vanda Tricolor, anggrek ber-bunga putih dengan bercak totol ungu kemerahan ini tumbuh di kawasan lereng selatan Merapi atau masuk Kabupaten Sleman.Staf Pengendali Ekositem Hutan (PEH) Widia Kridaningsih mengatakan, anggrek Vanda Tricolor yang termasuk dalam jenis anggrek endemik kini berada dalam angka kepunahan. Kondisi ini disebabkan oleh erupsi Merapi beberapa waktu lalu. Widia yang ditemui dalam acara Gadjah Mada Agro Expo 2015 kemarin (11/4) me-nyebutkan, ada 95 jenis anggrek yang dibu-didayakan sebagai usaha untuk penyelama-taan bunga anggrek di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM)
Usaha penyelamatan atau kon-servasi itu dilakukan oleh Per-kumpulan Pelestari Anggrek yang terdiri atas Balai TNGM (pe-merintah), Kelompok Tani Ngudi Makmur (masyarakat) dan Yayasan Kanopi Indonesia (LSM) melalui program Adopsi Anggrek Merapi. “Programini dilakukan dengan menghimpun donasi dari para adopter yang diti-tipkankepadaPerkumpulan Pelestari Anggrek Merapise-lama dua tahun. Setelah dua tahun, anggrek-anggrek itu kemudian dikembalikan ke habitatnya,” ujar Widia ke-pada Radar Jogja.
Pelaksanaan kegiatan Program Adopsi Anggrek dilakukan di Hutan Turgo, kawasan TNGM seluas lima hektare danpohon inangsekitar 300 pohon. Program ini terdiri atas tiga jenis paket, yaitu paket platinum sebesar Rp 1 juta untuk bibit anggrek Van-da Tricolor, paket gold Rp 850 ribu untuk bibit anggrek Ria Hyacinthoides dan paket silver Rp 675 ribu untuk bibit anggrek Dendrobium Mutabile. Program adopsi bibit anggrek Merapi ini resmi diluncurkan Februari 2015. Widia menam-bahkan, untuk memasyarakat-kan program ini, pihak Balai TNGM terus melakukan ber-bagai usaha, salah satunya pendirian stand pada kegiatan Agro Expo 2015. “Anggrek Vanda Tricolor ini adalah jenis anggrek yang me-miliki masa pertumbuhan cukup lama. Oleh karena itu, dibutu-hkan usaha yang cukup keras dalam melestarikan dan mem-budidayakan anggrek ini,” tam-bah Widia. (*/laz/ong)