GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
HARLAH PPP: Massa yang hadir di stadion melaksanakan jamaah salat Duhur
JOGJA – Peringatan hari lahir (harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-42 menjadi momentum partai berlambang Kakbah itu menga-dakan konsolidasi. Termasuk yang dilakukan DPW PPP DIJ saat menggelar harlah yang dipusatkan di Stadion Krido-sono, Jogja, kemarin (12/4).Melalui forum harlah itu, Ke-tua DPW PPP DIJ HM. Syukri Fadholi mengingatkan penting-nya soliditas di internal partai yang dideklarasikan 1973 silam itu. Pria yang tercatat sebagai wakil wali kota pertama Kota Jogja 2001-2006 itu juga menga-jak kadernya merapatkan ba-risan jihad melawan korupsi. “Korupsi merupakan keja-hatan kemanusiaan nomor wahid.
Oleh karena itu setiap kader PPP harus bersatu padu melawan, termasuk yang ter-jadi di DIJ ini,” ucap Syukri berapi-api.Syukri juga menyindir adanya kesan tebang pilih aparat pe-negak hukum di daerah saat mengusut perkara korupsi. Bila pelakunya orang biasa dan tidak punya akses terhadap penguasa, maka penegak hukum dengan sigap memprosesnya. Contohnya seperti kasus hibah KONI Jogja. Kasus yang me-nyeret beberapa pengurus PBVSI Kota Jogja tengah di proses di meja hijau.Sebaliknya, bila kasusnya menyangkut tokoh sekaligus mantan pejabat publik, aparat penegak hukum kesannya ogah-ogahan. Proses kasus hukum itu berjalan sangat lambat tanpa ujung yang jelas. “Ma-syarakat paham dan tahu. Be-tapa ada perlakuan yang ber-beda terhadap tokoh itu. Ini mestinya tidak perlu terjadi,” sesal Syukri.
Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz datang diwakil Ketua DPP Bidang Organisasi Amirul-lah Maksum. Dalam sambutan-nya, ia menyatakan sikap peno-lakan terhadap DPP PPP hasil Munas Surabaya yang dipimpi Romahurmuzy atau Romi. “PPP yang sah adalah hasil munas Jakarta. Ini dikuatkan putusan mahkamah partai dan PTUN,” ungkapnya.Puncak harlah itu dihadiri ribuan kader PPP se-DIJ. Mereka berangkat bersama-sama meng-gunakan kendaraan motor dan mobil. Di sekitar Kridosono, massa menumpuk dan berke-liling stadion dengan motor. Ada juga yang membuat bari-san kreatif dengan jalan kaki. Suara bising knalpot sepeda motor pun bersahut-sahutan. “Acara memang kami pusatkan di Kridosono. Ini menjadi pun-cak dari rangkaian harlah,” ujar Sekretaris DPC PPP Kota Jogja Bambang Haryono sekaligus panitia pelaksana acara.
Wakil Ketua DPW PPP Muham-mad Yazid menambahkan, selain acara di Kridosono ada bebera-pa agenda yang telah digelar. Sebelumnya, panitia harlah juga mengadakan donor darah di bekas Stasiun Ngabean dan kan-tor DPC PPP Kota Jogja.Di Sleman, Wakil Ketua Umum DPP PPP Alkatiri menyerahkan bantuan pohon untuk peng-hijauan dan diterima Bupati Sleman Sri Purnomo. Banyaknya massa PPP yang turun ke jalan memaksa ribuan anggota po-lisi dikerahkan untuk menga-mankan jalannya kegiatan. Beberapa titik yang dianggap rawan mendapat pengamanan lebih. Di seputaran Kridosono sedikitnya 4.00 personel po-lisi diterjunkan. “Jumlah ang-gota yang kami libatkan untuk pengamanan lebih dari seribu personel,” kata Kasat Sab-hara Polresta Jogja Kompol Sugiyarto. (eri/laz/ong)