BANTUL – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sulistyanta memastikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tak berpengaruh terhadap perubahan harga sejumlah barang kebutuhan pokok. Sebab, harga sebagian barang kebutuhan pokok justru turun pasca naiknya BBM. “Harga beras, misalnya, sekarang justru turun karena panen raya. Harga beras IR I turun dari Rp 9.800 perkilogram menjadi Rp 9.000,” terang Sulis, kemarin (12/4).
Dia berpendapat, naiknya harga BBM hanya berpengaruh terhadap pendistribusian barang. Kenaikan harga BBM tidak menjadi komponen penentu yang dapat memengaruhi naik atau turunnya harga barang kebutuhan pokok. “Harga kebutuhan pokok di Bantul relatif stabil. Kalau ada yang naik bukan karena naiknya harganya BBM,” tandasnya.
Menurutnya, naik turunnya barang kebutuhan pokok lebih karena dipengaruhi ketersediaan barang. Harga barang kebutuhan pokok akan turun jika stok melimpah, meskipun harga BBM naik. Selain beras, Sulis mencontohkan, harga cabai justru turun pascakenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. “Sebagaimana hukum pasar, perubahan harga hanya karena persediaan barang dan permintaan pasar,” tegasnya.
Dari pantauannya, sejumlah barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah daging ayam broiler dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu perkilogram dan telur ayam broiler Rp 16 ribu dari Rp 15 ribu perkilogram. “Harga bawang merah juga naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram,” sebutnya.
Namun demikian, naiknya harga bawang merah sebelum kenaikan BBM ini disebabkan persediaan. Saat ini, para petani bawang merah baru memulai musim tanam. “Belum musimnya panen,” tambahnya.(zam/din/mga)