DWI AGUS/Radar Jogja
BANYAK KELEBIHAN: Irwan Hidaya, Direktur Utama PT Sido Muncul (dua dari kanan) menerima produk Berlico Farma, Simunox.
JOGJA – PT. Sido Muncul terus melakukan sosialisasi penggunaan nilai obat herbal di kalangan masyarakat. Tidak hanya kegunaannya, namun juga pengembangannya di bidang kesehatan. Upaya ini dikuatkan dengan seminar manfaat obat herbal di Hotel Tentrem Jogjakarta, Sabtu kemarin (11/4).
Seminar ini melibatkan 400 peserta dari kalangan kedokteran umum dan spesialis di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIJ. Seminar ini merupakan kali ke-31 dalam sosialisasi obat herbal oleh PT Sido Muncul.
“Obat-obatan herbal sudah ada sejak era nenek moyang kita. Seiring waktu pengembangan terus terjadi untuk menunjang kesehatan. Indonesia sendiri kaya akan sumber bahan baku obat herbal. Sehingga perlu disyukuri atas anugerah ini,” kata Direktur Utama PT. Sido Muncul Irwan Hidayat.
Obat-obatan herbal tersebut, lanjut Irwan, tidak hanya sebagai alat penyembuhan. Di sisi lain obat herbal merupakan salah satu kekayaan budaya. Karena, pembuatannya diwariskan secara turun temurun.
Khasanah pun tergali dalam seminar yang bertajuk Pemanfaatan Herbal sebagai Paradigma Baru dalam Bidang Pelayanan Kesehatan. Narasumber yang datang memiliki kompetensi tinggi di bidangnya. Dalam seminar tersebut, juga terjadi tanya jawab antara narasumber dengan peserta yang hadir.
Adapun pembicara yang dihadirkan adalah Direktur Standarisasi Obat Tradisional BPIM RI Drs Hary Wahyu T Apt, Direktur Bina Upaya Kesehatan dr GR Dedi Kusewna MKes. Juga ada Pakar Herbal dr Aldrin Neilwan Dharmana MSc PhD, dan Ketua IDI DIJ Bambang Suryono.
“Baik obat herbal ataupun farmasi tetap melalui regulasi yang berlaku. Tentunya berdasarkan pengawasan BPOM RI. Obat herbal memang baik untuk tubuh, tetapi tetap harus seusai standarisasi. Tujuannya, mengantisipasi alergi atau gejala lainnya,” tegas Bambang.
Bambang juga mendukung wacana yang diangkat dalam seminar tersebut. Di mana, herbal bisa digunakan dalam dunia kedokteran. Bahkan dalam kesempatan tersebut, bisa berdampingan dengan obat-obatan farmasi.
“Sudah banyak kan contohnya obat herbal yang sudah terstandarisasi. Comtohnya curcuma atau produk pengembangn herbal lainnya,” imbuhnya.
Seminar tersebut juga melibatkan Berlico Farma. Anak perusahaan dari Sido Muncul ini berkonsentrasi pada dunia farmasi. Dalam kesempatan ini, Berlico Farma juga mengenalkan produk andalannya Simunox. Khasiat dari obat ini adalah membantu daya tahan tubuh yang nantinya diresepkan oleh dokter.
Tolak Angin juga mengenalkan varian terbarunya Tolak Angin Bebas Gula. Produk ini menurut Irwan disediakan untuk membantu penderita diabetes. Sehingga varian Tolak Angin aman untuk dikonsomsi masyarkat luas, khususnya penderita diabetes.
“Dengan adanya sosialiasi mengenai obat herbal, diharapkan dunia kedokteran memiliki wawasan yang luas. Bagaimana melihat perkembangan herbal tidak hanya seputar jamu saja. Tentunya memahami juga ragam penelitian yang dilakukan. Para pemimpin Indonesia saat ini pun membuktikan pentingnya jamu dengan rutin mengonsumsinya,” katanya.(dwi/hes/Nr)