PELAKSANAAN Unas tahun ini yang juga menggunakan sistem berbasis kom-puter, membutuhkan jaminan keterse-diaan pasokan listrik. Terkait hal ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Jogja mengaku tidak menjamin bebas listrik padam
Tapi pihaknya mengaku tidak akan melakukan pemadaman terencana.”Untuk bentuk dukungan ter-hadap pelaksanaan Unas, kegia-tan perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik yang butuh pema-daman, tidak akan kami lakukan,” ujar Humas PT PLN Area Jogja Paulus Kardiman ketika dihubungi Radar Jogja kemarin. Menurutnya, sesuai kesepaka-tan PT PLN dengan Kemente-rian Pendidikan dan Kebuday-aan, tidak ada pemadaman se-lama pelaksanaan Unas. Kegia-tan pemeliharaan rutin seperti pangkas atau rabas-rabas pohon, sudah dikebut dikerjakan sebe-lum pelaksanaan Unas.
Paulus mengatakan, meski PLN tidak akan melakukan pemadaman listrik, bukan berarti selama Unas bebas listrik padam. Menurut dia, padamnya listrik tidak hanya di-sebabkan dari internal PLN saja. Tapi juga bisa disebabkan faktor eksternal seperti gangguan cuaca. “Kalau itu sudah diluar kemam-puan PLN,” tuturnya.Meskipun begitu, setiap seko-lah juga sudah diminta untuk menyiapkan genset sebagai anti-sipasi jika listrik padam. Jika tiba-tiba listrik PLN padam, gen-set bisa langsung dihidupkan.
Selain itu, katanya, berdasarkan kesepakatan dengan kemente-rian yang dipimpin Anies Baswe-dan itu, juga telah meminta sekolah agar komputer juga di-lengkapi Uninterruptible Power Supply (UPS) agar data-data tidak hilang saat mati listrik. “Untuk jaga-jaga, sekolah juga diminta mempersiapkan ber-bagai kemungkinan,” ungkapnya.Unas CBT atau berbasis kompu-ter untuk SMK dijadwalkan ber-langsung empat hari, 13 – 16 April. Ada mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matema-tika, Bahasa Inggris, serta Teori Kejuruan. (pra/laz/ong)