illustrasi
GUNUNGKIDUL – Salah satu kunci sukses pelaksanaan ujuan nasional (Unas) nasional dengan sistem computer based test atau CBT adalah terjaminnya pasokan listrik. Karena begitu urgenya, maka pihak sekolah wajib mem-persiapkan listrik cadangan.Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik-pora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan, kali ini terdapat tujuh sekolah yang melaksanakan Unas sistem CBT. Masing-masing adalah, SMK Negeri 1, 2, 3, Wonosari, SMK N 1 Nglipar, SMK 1 Ngawen, SMK Muhammadiyah 1 Playen, dan SMA 1 Wonosari. “Persiapan sudah selesai semua. Kami juga mewajibkan sekolah untuk mem-persiapkan genset dan perang-kat UPS (uninterruptible power supply),” kata Bahron Rosyid kemarin (12/4).
Dia menjelaskan, langkah se-dia payung sebelum hujan ini sebagai langkah antisipasi jika ada gangguan kelistrikan di PLN. Sejauh ini pihaknya memang sudah melakukan kordinasi dengan mengirim surat permo-honan agar listrik tidak dimati-kan saat Unas berlangsung. “Nantinya perangkat UPS yang terpasang di setiap ruangan mampu menyimpan data se-lama 20 menit, sebelum genset dihidupkan, pabila memang terjadi gangguan ” katanya Menurut Bahron, tahun ini unas diikuti oleh 17.772 peserta. Terdiri dari 10.300 siswa SMP, 2196 siswa SMA/MA dan 5276 siswa SMK. Dia berharap per-siapan maksimal yang sudah dilakukan bisa berjalan lancar tanpa gangguan. Sementara itu, ketua panitia ujian nasional SMK 2 Wono-sari, Maryanto mengaku sudah menyewa genset dengan ka-pasitas be-sar untuk 5 ruangan ujian nasio-nal sistem CBT, guna mengantisipasi gang-guan listrik. “Kami juga sudah menyiapkan tim teknisi apabila terjadi gang-guan jaringan internet, akibat cuaca maupun gangguan lain. Setiap ruangan nantinya akan ada satu orang teknisi guna mengantisipasi adanya gang-guan saat dilaksanakan ujian nasional ” kata Maryanto.
Hari ini sampai dengan 15 April mendatang bakal digelar Unas. Slogan penyelenggara pendidikan sendiri adalah jujur. Untuk itu sebagai upaya mewujudkan Unas sesuai harapan, ratusan kepala sekolah SMA dan SMP sederajat menandatangani pakta integritas kejujuran pelaksanaan Unas. Pakta integritas itu dilaksanakan secara nasional. Seluruh kepala sekolah di Indonesia juga mela-kukan hal serupa. Untuk itu di-harapkan semua pihak bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab, sehingga pelaksanaan Unas berjalan dengan jujur. Pelaksanaan Unas di Kulon-progo dibagi menjadi lima sub rayon. Lima sekolah yang ditunjuk menjadi sub rayon adalah SMKN 1 Nanggulan, SMKN 1 Pengasih, SMKN 1 Panjatan, SMAN 1 Sen-tolo, dan SMAN 1 Wates. “Dist-ribusi soal telah dilaksanakan Sabtu (11/4),”kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon-progo Sumarsana.
Sumarsana menjelaskan, teknis penjagaan yang melibatkan pihak kepolisan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, penjagaan hanya diberlakukan di sekolah yang ditunjuk sebagai sub rayon. Kepala SMK N 1 Pengasih Tri Subandi mengungkapkan, se-cara umum proses pendistribu-sian soal berjalan lancar. Untuk memastikan keamanannya, tek-nis penjagaannya menggunakan tiga lapis kunci.Ada dua petugas kepolisan Pol-sek Pengasih yang ikut memban-tu menjaga gudang penyimpanan soal. “Dari tim sub rayon juga ada dua orang dan masih ditambah penjaga keamanan sekolah,” imbuhnya. (gun/tom/din/ong)