SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
TIE DIE: Kain lembaran yang diikat untuk bawahan memberikan kesan etnik sekaligus santai. Sebagai atasannya, dengan blouse dengan gaya ala kimono dengan warna yang kontras dengan bawahan.Outer Gabungan Kebaya, Kimono, dan Selendang
JOGJA – Gaya etnik bisa diaplikasikan untuk beragam kegiatan. Baik untuk penampilan keseharian hingga acara formal. Salah satunya dengan memilih busana yang sesuai dengan suasana dan nyaman dikenakan.
Bahkan, selembar kain dengan teknik celup ikat atau tie die bisa disulap menjadi bawahan yang menarik. Tak harus dibawa ke penjahit untuk dikenakan. Cukup lingkarkan ke badan dengan teknik lipat, jadilah rok ataupun semi celana. Seperti yang dikenalkan desainer Caroline Rika Winata dengan karya terbarunya bertajuk Ethnic Simplicity, baru-baru ini.
“Jadi berupa lembaran kain, dengan panjang dua meter. Kemudian dililitkan saja ke badan dan diikat pada ujungnya. Kemudian dipadupadankan dengan atasan berupa kebaya maupun kemeja dengan gaya kimono,” papar perempuan yang menjadi desainer tekstil sekitar 15 tahun ini.
Rika, sapaannya, menjelaskan, kain yang digunakan untuk bawahan merupakan kain tenun dengan pewarnaan menggunakan teknik celup ikat. Warna-warna yang disajikan juga lebih banyak ke warna alam. Seperti cokelat, hijau, dan kemerahan.
“Pada karya kali ini, sengaja memilih warna yang kontras antara bawahan dan atasan. Dengan gaya yang tersaji, bisa dikenakan saat santai maupun untuk acara semi formal,” terang desainer lulusan ISI tahun 1995 ini.
Ditambahkan Rika, untuk gaya santai kain bawahan ini bisa dipadukan dengan kaus lengan pendek maupun panjang. Sedangkan untuk semi formal bisa dengan kemeja ala kimono yang dapat dijadikan outer.
“Kemudian dilengkapi pula dengan selendang. Semua bisa sebagai alternatif aksesori yang bisa dikenakan,” tegasnya.(ila/hes/Nr)