ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
SIDAK: Bupati Bantul Sri Surya Widati saat meninjau pelaksanaan Unas online di SMKN 3 Kasihan kemarin (13/4).
BANTUL – Sebanyak 30 siswa SMKN 3 Kasihan, terpaksa mengikuti ujian nasional (Unas) hingga pukul 18.00 kemarin (13/4). Gara-garanya, pelaksanaan Unas hari pertama online dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK N 3 Kasihan diwarnai dengan error-nya sistem, sehingga siswa gagal login. “Siswa tidak bisa meng-input username dan password,” terang Kepala Sekolah SMK N 3 Kasihan Rahmat Supriyono.Pelaksanaan Unas online di SMK N 3 Kasihan diikuti 179 siswa. Mereka terbagi dalam tiga lab. Masing-masing lab hanya mampu menampung 20 siswa, sehingga Unas didesain dalam tiga gelombang. Yaitu, pukul 07.30-09.30, pukul 10.30-12.30 dan pukul 14.00-16.00.
Rahmat menyatakan, sistem error terjadi pada gelombang pertama. Pada gelombang ini sebanyak 30 siswa gagal login. Kemudian, sistem error juga terjadi pada gelombang kedua. “Ada satu lab dengan jumlah 20 siswa yang gagal login,” ujarnya.Pada gelombang pertama sebetulnya sekolah telah ber-usaha memperbaiki sistem error dengan memanggil teknisi Unas online. Hanya saja, sistem error tetap terjadi pada gelombang kedua. Namun demikian, pelaksanaaan Unas di dua lab lain pada gelombang kedua dapat berjalan lancar. “Yang gelombang kedua ini diundur satu jam menunggu perbaikan. Pada pukul 11.30 baru bisa dimulai,” jelasnya.
Berbeda dengan gelombang kedua, 30 siswa pada gelombang pertama yang gagal login baru bisa mengikuti Unas pada pukul 16.00-18.00. Ini setelah perbaikan sistem komputer tuntas.Rahmat menegaskan, pe-rangkat komputer sekolah layak karena telah diverifikasi oleh pusat. Tak hanya itu, koneksi internet juga dinaik-kan hingga 10 MB. Karena itu, dia menengarai gagal login lantaran aplikasi Unas error sehingga harus diinstal ulang. Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Masharun Ghazali menyebutkan, ada tiga sekolah yang menjadi percontohan pelaksanaan Unas online. Yakni, SMK N 1 Bantul, SMK N 1 Sewon, dan SMK N 2 Sewon dan SMK N 3 Kasihan. Dari empat sekolah ini, kata Masharun, sistem error hanya terjadi di SMK N 3 Kasihan. “Tiga sekolah tidak ada kendala,” tandasnya.
Dia menambahkan, secara keseluruhan pelaksanaan Unas berjalan lancar. Tetapi, pada hari pertama pelaksanaan Unas ini ada tiga siswa yang tidak masuk. Dari jumlah itu, dua diantaranya sakit. “Yang satu izin karena ada pentas di luar negeri,” tambahnya.Sebagai solusinya, ketiga siswa ini akan mengikuti Unas susulan pada pekan depan.Sementara itu, Bupati Bantul Sri Surya Widati yang memantau langsung pelak-sanaan Unas di SMK N 3 Kasihan langsung meminta agar sistem error segera di-perbaiki. Bahkan, Ida, sapaan akrabnya pun sempat mendesak agar Pelaksanaan Unas di-kembalikan pada sistem manual bilamana sistem error tak bisa diperbaiki. “Besok, seluruh perangkat harus sudah siap,” pintanya. (zam/din/ong)