GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SERIUS: Siswa SMKN 2 Jogja mengikuti Unas berbasis komputer dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolahnya.
JOGJA – Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (Unas) tingkat SMK/SMA/MA di kabupaten/kota Provinsi DIJ, relatif berjalan lancar. Namun de-mikian di beberapa sekolah sempat terjadi masalah, khususnya untuk Unas berbasis kom-puter atau Compu-ter Baset Test (CBT).Sekolah yang mengalami error system ini terjadi di sejum-lah SMK dan hampir merata di daerah, misalnya di Kabupaten Bantul, Kulonprogo maupun di Kota Jogja sendiri
Meski akhirnya mampu di atasi, masalah ini sempat membuat peserta Unas kesal dan menga-ku konsentrasi pikirannya ter-ganggu.Di Bantul, peristiwa ini me-nimpa 30 siswa SMKN 3 Kasihan, yang terpaksa mengikuti Unas hingga pukul 18.00. Ini karena Unas berbasis komputer dengan mata pelajaran Bahasa Indone-sia ini diwarnai erornya sistem, sehingga siswa gagal login. “Siswa tidak bisa menginput username dan password,” ujar Kepala Sekolah SMK N 3 Kasihan Rahmat Supriyono. Unas CBT di sekolah ini diikuti 179 siswa. Mereka terbagi dalam tiga lab. Masing-masing lab hanya mam-pu menampung 20 siswa, se-hingga Unas didesain dalam tiga gelombang. Yaitu, pukul 07.30-09.30, pukul 10.30-12.30 dan pukul 14.00-16.00.Sistem error terjadi pada gelom-bang pertama. Pada gelombang ini sebanyak 30 siswa gagal login. Kemudian, sistem error juga terjadi pada gelombang kedua. “Ada satu lab dengan jumlah 20 siswa yang gagal login,” ujarnya.
Pada gelombang pertama sebe-tulnya sekolah telah berusaha memperbaiki sistem error dengan memanggil teknisi Unas CBT. Ha-nya saja sistem error tetap terjadi pada gelombang kedua. Namun demikian, Unas di dua lab lain pada gelombang kedua dapat ber-jalan lancar. Akhirnya yang gelom-bang kedua ini diundur satu jam menunggu perbaikan. Pada pukul 11.30 baru bisa dimulai.Berbeda dengan gelombang kedua, 30 siswa pada gelombang pertama yang gagal login baru bisa mengikuti Unas pada pukul 16.00-18.00. Ini setelah perbai-kan sistem komputer tuntas.Rahmat menegaskan, perangkat komputer sekolah layak karena telah diverifikasi oleh pusat. Tak hanya itu, koneksi internet juga dinaikkan hingga 10 MB. Karena itu, dia menengarai gagal login lantaran aplikasi Unas error, se-hingga harus diinstal ulang.
Di Kulonprogo, Unas CBT di SMK N1 Pengasih sempat ter-jadi kendala teknis. Kendala itu teknis yang terjadi lantaran ada komputer yang masih meng-gunakan software Windows XP, sementara lainnya sudah Win-dows 7. Beberapa komputer yang masih Windows XP itu menja-dikan loading agak lama saat pergantian soal. Demikian juga yang terjadi di Kota Jogja. Dari pemantauan yang dilakukan Forum Peman-tau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Jogja, sempat terjadi masalah di sebuah SMK swasta yang ada. Dari pelaksanaan Unas berbasis komputer di tiga SMK ini, Forpi menemukan adanya keterlam-batan terkait proses sinkronisasi soal-soal, beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam login, hingga jaringan internet menga-lami gangguan (error).Di sekolah yang mengalami er-ror ini, peserta Unas sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB.
Menurut Koordinator Forpi Wi-narta, peserta ujian yang berjum-lah 20 siswa seharusnya mengik-uti pada sesi pertama, namun akhirnya harus menunggu pada sesi ketiga (14.00 – 16.00 WIB). Akibat dari jaringan error ini, beberapa peserta mengaku se-mangatnya berkurang dan ma-lah bikin mengantuk karena lama menunggu. Bahkan bebe-rapa peserta ujian sempat pulang ke rumah, namun pihak sekolah menyediakan makan siang bagi peserta ujian. Dari pantauan pelaksaan Unas di SMK N 5 Jogja yang meng-gunakan CBT, sempat menga-lami kendala saat proses down-load soal dan jawaban. Proses-nya membutuhkan waktu lama. Ini karena se-Indonesia mengak-ses di waktu yang sama.”Untuk siswa tidak menghada-pi kendala. Karena sejak tanggal 3 dan 6 April kami sudah lakukan simulasi,” jelas Suyono, Kepala Sekolah SMK N 5 Kota Jogja.

Izin Hiburan Stop Dulu

Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, meski Unas kini bukan menjadi faktor penentu kelulusan, bukan berarti tidak penting. Baginya, Unas tetap sebuah ujian yang harus dipersiapkan. Oleh ka-rena itu, ia memerintahkan se-mua hiburan yang menimbul-kan dampak kegaduhan bagi warga sekitar, untuk berhenti terlebih dahulu.”Lebih baik stop dulu izin hi-buran,” pinta HS di sela pan-tauan Unas di SMK N 5 Kota Jogja kemarin (13/4).
Ia mene-gaskan, keberadaan Unas tetap menentukan bagi siswa. Sebab, Unas menjadi tolak ukur keber-hasilan proses pendidikan. Ju-ga menjadi salah satu syarat untuk memasuki jenjang pen-didikan yang lebih tinggi.”Kami harapkan, baik dari ke-polisian, maupun pihak-pihak yang memberikan izin hiburan seperti festival band dan hiburan lain untuk stop dulu,” jelas HS.
Dengan memberikan waktu siswa untuk belajar, kata wali kota, mereka bisa mempersiap-kan diri dengan tenang. Akhirnya, proses mengejarkan soal Unas pun bisa berjalan tertib. Penuh dengan kejujuran baik dari se-kolah, orang tua, dan siswa. “Yang paling penting adalah kejujuran. Bagi semuanya, guru, orang tua, siswa. Semuanya ha-rus mengedepankan kejujuran,” tutur HS.
Dikatakan, tak adanya target akademis ini bukan karena Unas tak lagi jadi patokan kelulusan siswa. Tapi, pihaknya memang tak mau hasil pendidikan di Kota Jogja tak berkualitas dari sisi moral. “Kalau ada siswa yang kesulitan mengerjakan, ya gu-rune ojo ngewangi,” tandas HS. Begitu pun dengan orang tua siswa. Ia harapkan, orang tua lebih mementingkan kejujuran putranya. Daripada memiliki nilai tinggi secara akademik, tapi bukan hasil dari kejujuran. Orang tua harus memberikan pemahaman yang sama soal kejujuran ini kepada siswa. “Se-muanya harus tertib dahulu. Kalau sudah tertib, prosesnya tidak ada kecurangan, hasilnya juga akan bagus,” imbuhnya. (zam/eri/tom/yog/laz/ong)