ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
ADA GANGGUAN: Para peserta ujian Kejar Paket C serius mengikuti jalannya ujian di SD Negeri Borobudur 2. Di tengah pelaksanaan ujian, lampu listrik sempat padam.
MUNGKID – Gangguan terjadi pada hari pertama pelaksanaan ujian nasinal (unas) tingkat SMA sederajat di Kabupaten Magelang. Kemarin (13/4), di sela pelaksanaan unas, terjadi pemadaman listrik. Di-duga, terjadi gangguan jaringan dari PLN, setelah hujan deras disertai petir mengguyur kawasan Magelang. Pemadaman listrik dilakukan saat para siswa Kelompok Belajar (Kejar) Paket C di SD Negeri Borobudur 2. Saat itu, peserta tengah mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, antara pukul 14.30 – 15.00.Nurhazis, 43, peserta Unas Kejar Paket C di SD Negeri Borobudur meng-aku, agak kerepotan saat mengerjakan soal di tengah pemadaman listrik. “Waktu menger-jakan soal tiba-tiba mati listrik. Jadi agak kesulitan baca soalnya. Apalagi mata saya ini sudah plus,” keluh Nurhazis
Ratusan peserta mengerjakan soal ujian dalam keadaan gelap selama 30 menit. Untuk mem-bantu penerangan, banyak peserta yang menggunakan cahaya ponsel. Sebetulnya, pe-serta tidak diizinkan membawa ponsel ke dalam ruangan ujian.Kondisi ruangan memang men-jadi gelap, karena pelaksanaan ujian pada sore hari. Ditambah, kondisi kemarin sore memang hujan. Apalagi, pihak sekolah juga tidak mengantisipasi dengan menyiapkan genset.Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik-pora) Kabupaten Magelang Mu-showir mengatakan, peserta unas tahun ini berjumlah 10.400 siswa. Mereka terdiri dari 5.020 SMK, 3.419 siswa SMA, 1.154 siswa MA, 802 orang ikut Paket C, dan peserta SMA luar biasa ada lima siswa. Total jumlah sekolah mencapai 86 sekolah.Mushowir menyayangkan, pe-madaman listrik yang terjadi selama pelaksanaan unas di SD Negeri Borobudur 2 tersebut.
Sebelumnya, pihak Disdikpora telah mengajukan permintaan ada PLN agar bisa memastikan tidak terjadi pemadaman listrik. Hal yang juga dilakukan Disdik-pora dengan mengirim pada PAT Telkom, agar melakukan antisipasi untuk mendukung pelaksanaan unas.”Pemadaman listrik yang ber-langsung sekitar 30 menit cukup mengganggu peserta yang tengah mengerjakan soal-soal unas. Kami berharap kejadian ini tidak terjadi lagi besok,” katanya.Mushowir menegaskan, unas Paket C tidak menggunakan sistem computer based test (CBT). Namun, pemadaman listrik mengakibatkan ruangan men-jadi gelap. Terlebih karena ber-langsung pada sore hari.”Daya penglihatan peserta sudah menurun, sehingga ke-sulitan membaca soal. Otomatis waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal juga berkurang,” katanya.
Terpisah, Bupati Magelang Zaenal Arifin sempat mem berikan semangat pada para siswa. Ber-sama jajaran Muspida, bupati mengunjungi beberapa sekolah. Ia sempat bertemu para siswa dari MA Pabelan, SMK Pangudi Luhur, dan SMAN Dukun yang kebetulan belum memasuki ruang kelas.Pada kesempatan tersebut, bupati memotivasi para siswa yang menempuh unas. Bupati berharap, para siswa mem-persiapkan diri dengan baik menghadapi ujian.”Semoga pelaksanaan ujian tahun ini tidak menemui ken-dala berarti dan berhasil dengan baik. Ini wujud dukungan moril kami pada siswa se-Kabupaten Magelang yang menjalani ujian. Kami sengaja berangkat pagi agar bisa memotifasi para siswa yang tengah mengikuti ujian,” katanya. (ady/hes/ong)