Terbuat dari Batu Pancawarna, Diduga untuk Bikin Akik

 
BANTUL – Booming batu akik sepertinya membuat para peng-gila batu mulia mulai gelap mata. Bagaimana tidak, ternya-ta tidak hanya bebatuan kali yang dicari. Batu nisan seniman Ki Bagong Kussudiardjo yang ter-letak di kompleks makam kelu-arga, juga tidak luput dari incaran pencuri yang diduga para peng-gila akik. “Nisan ternyata wis dithithili gitu,” terang Djaduk Ferianto, putra Ki Bagong Kussu-diardjo, kemarin (13/4).
Beruntung, nisan yang ter-buat dari batu pancawarna ter-sebut belum hilang sepenuhnya.Djaduk mengetahui nisan ayah-nya disatroni para pencuri baru pada Jumat (10/4) lalu. Kala itu, kakak seniman Butet Kartared-jasa ini langsung bergegas pergi ke makam ayahnya setelah men-dengar informasi batu hias di kompleks makam seniman Imo-giri raib dicuri. “Pintu makam juga sudah terbuka,” ujarnya.
Keluarga besar Ki Bagong Kussu-diardjo kemudian memperbaiki sistem keamanan. Tujuannya, agar keamanan kompleks makam keluarga tetap terjamin.Djaduk bercerita, semasa hidup-nya ayahnya merupakan pecin-ta batu mulia. Bahkan, sebelum meninggal, mendiang ayahnya berpesan agar nisan makamnya nanti berupa batu pancawarna. Batu mulia ini dibeli mendiang Ki Bagong sendiri dari Pacitan, Jawa Timur. “Saya banyak wa-risan (batu akik) dari orangtua, termasuk Butet juga,” ungkapnya.
Kanit Reskrim polsek Kasihan AKP Ngadianta mengaku belum menerima laporan pencurian batu nisan Ki Bagong ini. Namun demikian, kata Ngadianta, pi-haknya tetap akan melakukan penyelidikan. Itu jika informasi pencurian batu nisan benar ada-nya. “Kami koordinasikan dulu dengan pihak Babinkamtibmas,” tambahnya. (zam/din/ong)