HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA RELATIF LANCAR: Komisi IV DPRD Kulonprogo saat meninjau pelaksanaan Unas hari pertama. Mereka memastikan supaya Unas berjalan lancar, kemarin (13/4).
SEMENTARA ITU, Komisi IV DPRD Kulonprogo melakukan peninjauan di beberapa sekolah saat pelaksanaan Unas hari pertama. Mereka memastikan unas baik dengan system Computer Based Test (CBT) maupun Paper Based Test (PBT) bisa berjalan lancar.
Sekretaris Komisi IV Agung Raharjo mengungkapkan, kendati Unas tahun ini tidak menjadi syarat mutlak kelulusan, namun nilainya tetap menjadi syarat masuk perguruan tinggi. Dengan begitu, siswa tetap dituntut agar mampu meraih nilai maksimal.
“Kami berharap pelaksanaan Unas bisa berjalan lancar sampai hari terakhir pada Rabu (15/4) nanti. Sebab kelancaran pelaksanaan Unas sangat berpengaruh pada hasilnya. Diharapkan hasilnya optimal bagi semua siswa,” ungkapnya, kemarin (13/4).
Terpisah, Ketua Panitia Unas SMK N 2 Pengasih Istihani menjelaskan, sedikitnya ada 495 siswa dari 12 jurusan yang menjadi peserta Unas di SMK N 2 Pengasih. Dari jumlah tersebut, ada satu siswa bernama Dimas yang terpaksa harus mengerjakan soal di ruangan khusus lantaran sakit akibat kecelakaan.
“Dimas mengalami kecelakaan seminggu lalu, dan hingga pelaksanaan Unas hari pertama belum memungkinkan untuk mengerjakan di dalam kelass. Sehingga harus mengerjakan di ruang khusus yang kami sediakan dan diawasi seorang pengawas,” jelas Istihani.
Di lokasi berbeda, Kepala SMA N 1 Pengasih Ambar Gunawan mengungkapkan, peserta Unas di sekolahnya ada 156 siswa. Rinciannya 80 siswa jurusan IPA dan 76 jurusan IPS. Tidak beda dengan sekolah lainnya, pelaksanaan Unas di sekolahnya juga berjalan cukup lancar.
“Semua berlangsung sesuai dengan yang telah direncanakan. Baik keikutsertaan siswa maupun distribusi soal tidak ada hambatan,” ungkapnya. (tom/ila/mga)