YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
SERIUS: Bupati Sleman Sri Purnomo mengamati CCTV yang memantau pelaksanaan Unas di SMAN 1 Godean kemarin (13/4).
SEMENTARA ITU, Gara-gara tertangkap tangan mencuri tabung gas, RFB, 18, terpaksa tak bisa melaksanakan ujian nasional (Unas) bersama teman-temannya kemarin (13/4). Siswa sebuah SMK swasta di Sleman itu harus sendirian mengerjakan ujian nas di Lapas Cebongan.Dia juga tak bisa mengerjakan soal-soal unas tepat waktu. Lantaran berbenturan dengan jadwal makan pagi lapas. Karena itu, pihak lapas minta dispensasi peng-unduran waktu setengah jam. Itu agar RFB bisa ikut sarapan dan tetap mengerjakan unas dengan durasi waktu sesuai ketentuan. Kalapas Supariyanto mengatakan, jika RFB harus mengerjakan unas tepat waktu, dikhawatirkan justru akan menggangu konsentrasi. Lantaran siswa tersebut belum sarapan. “Kebetulan jadwalnya barengan, makan pagi dan unas. Pukul 07.30,” katanya.
RFB mengerjakan soal unas di aula lapas dengan diawasi dua petugas pokja. Menurut Supariyanto, pihaknya berupaya membantu RHB dalam persiapan unas. Agar tetap bisa belajar, RHB ditempatkan dalam ruang khusus. Bukan sel yang dihuni banyak tahanan lain. “Keluarga kami beri kesempatan mengirimkan buku-buku yang diperlukan untuk belajar,” papar Supariyanto. RFB yang mendekam di lapas sejak 11 hari lalu berstatus tahanan titipan Peng-adilan Negeri Sleman. Warga Wonosari, Donoharjo, Ngaglik itu ditangkap polisi pada 10 Maret. Sementara itu, delapan siswa dari total 11.011 peserta unas absen pada hari pertama ujian tingkat SMA/MA/SMK. Dua siswa dilaporkan sakit dan enam lainnya mengundurkan diri. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sleman Arif Haryono mengatakan, dari enam siswa yang mundur, dua diantaranya telah diterima bekerja di perusahaan swasta. Sisanya tak mau melanjutkan sekolah. Yang disampaikan Arif adalah siswa peserta unas system paper based test (PBT).
Untuk sistem computer based test (PBT) belum ada data masuk ke posko. Siswa absen unas tersebut memiliki hak sama untuk ikut ujian susulan, yang dijadwalkan seminggu setelah unas. Jadwal mata pelajaran yang diujikan sama dengan unas. “Yang absen dengan surat keterangan atau yang mundur tetap boleh ikut susulan,” jelasnya. Unas susulan untuk PBT dijadwalkan pada 20-23 April, sedangkan CBT 20-21 April.Nah, bagi peserta yang tak lulus unas masih diberi kesempatan ikut ujian kesetaraan Paket C. atau mengulang unas pada 2016. Arif memaparkan, unas juga diikuti empat siswa berkebutuhan khusus. Dua di antaranya mengalami low vision (gangguan penglihatan), seorang tuna netra, dan satu lemah pendengaran. “Mereka mendapat alat bantu dan memperoleh tambahan waktu 45 dalam pengerjaan soal,” katanya. (yog/din/ong)