GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PANTANG MENYERAH : Pemain PSIM Jogja Latief A (tengah) dikepung dua pemain Persipur Purwodaddi dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida (19/3).
JOGJA – Bila dua klub asal DIJ, PSS Sleman dan Persiba Bantul gencar menggelar laga uji coba sebelum Divisi Utama (DU) 2015 digelar, tidak halnya dengan PSIM Jogja. Sampai dengan hari ini, belum ada kepas-tian klub berjuluk Laskar Mataram tersebut akan menggelar laga uji coba lagi.Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara memang ngebet agar timnya kem-bali melakukan laga uji coba. Dia menyebut di sisa waktu sebelum kompetisi begulir, seharusnya PSIM bisa melakoni satu kali laga uji coba. Baik dengan klub selevel maupun dengan klun yang lebih tinggi. “Untuk kepastiannya masih menunggu dari manajemen,” jelas Seto kemarin (13/4).
Ya, keinginan Seto untuk melakuan uji coba cukup beralasan. Pascake-ricuhan suporter saat menjamu PSIR Rembang di Stadion Mandala Krida, 7 April lalu, Topas cs belum sekalipun melakukan laga uji coba. Sejatinya, hari ini Laskar Mataram dijadwalkan menggelar uji coba dengan salah satu klub asal Bali, PS Badung. Namun, secara se-pihak, PS Badung membatal-kan laga uji coba tersebut. Tidak hanya dengan PSIM Jogja, tim asal pulau Dewata tersebut juga membatalkan laga uji coba dengan klub DIJ lainnya Persiba Bantul dan PSS Sleman.Dengan kondisi seperti saat ini, dan kekhawatiran panitia penyelenggara untuk menggelar laga uji coba, Seto sendiri tidak memiliki target apakah uji coba dilakukan di kandang atau tandang. Dia hanya bisa berharap, tim besutannya ini dapat menjalani laga uji coba sebelum dimulainya kompetisi. Apalagi, bila kompetisi DU terancam molor, praktis skuat Laskar Mataram akan memiliki wak-tu panjang untuk persiapan.Ketua Umum PSIM Agung Damar melalui BlackBerry Messengger-nya menyebut bahwa PSIM belum ada agenda uji coba dalam waktu dekat ini. Termasuk bila nantinya DU benar-benar molor dari jadwal yang telah ditentukan.”Belum ada agen-da,” ujar Agung.
Soal kekuatan tim, Seto terus mengasah skuadnya dengan berbagai program latihan. Salah satu intensitas latihan yang diberikan ialah program penguatan bola-bola mati. Apalagi, skuat Laskar Mataram memiliki sejumlah pemain yang lihai dalam bola-bola mati seperti, kapten tim Topas Pamungkas, M Rifky Latief A, serta dua pemain belakang Riskal dan Kahar “Kami akan kuatkan pro-gram ini sebelum kompetisi dimulai,” jelasnya.Dia akui Seto nama-nama seperti Topas Pamungkas, M Rifky, Riskal maupun Kahar memiliki kemam-puan mengeksekusi bola-bola mati. Hanya saja, untuk mendapatkan ek-sekutor andal perlu pelatihan intensif. “Mereka memiliki kelebihan dalam penguasaan bola-bola mati. Namun potensi yang dimiliki tersebut masih harus diasah lagi, agar bisa menjadi sebuah canonball yang bisa menjadi keuntungan bagi kami,” jelasnya. Meski begitu, Seto sendiri menilai peciptaan gol bagi timnya lebih baik melalui skema serangan yang telah di-rencakan. Seperti pada laga uji coba terakhir melawan PSIR Rembang. Me-ski kalah, Seto mengaku puas karena anak asuhnya bisa menciptakan banyak peluang melalui alur skema yang ter-organisasi dengan baik. (bhn/din/ong)