Berdoa dan Berlatih Selalu Beriringan

 
POSTUR tubuhnya tegap dengan tinggi 185 centimeter. Pertahanan yang dimiliki pebasket asal SMAN 4 Jogja ato Patbhe bernomor punggung 13 ini sangat sulit ditembus. Ditam-bah lagi dia punya jangkauan tangan yang panjang dan lompatan yang tinggi. Plus selalu tampil beringas saat di dalam lapangan, tapi lembut di luar lapangan. Itulah Vickar Jaya Saputra. Center andalan Patbhe se-kaligus First Team Honda DBL 2015. Sebelum memulai obrolannya dengan Ekspresi Radar Jogja, Vickar pamit sebentar untuk melakukan ibadah Shalat Duhur. Ternyata selain disiplin dalam berlatih, Vickar ter-nyata sosok pebasket yang juga sangat disiplin soal ibadah.
Bahkan katanya, salah satu kunci sukses yang dia raih juga karena giat berdoa. “Jangan pernah lupa untuk ibadah, supaya semua kerja kerasmu juga direstui Allah. Percuma kita berlatih keras kalo akhirnya melupakan doa,” pesan Vickar. Di musim kompetisi tahun ini, meski tim nya harus puas di posisi Runner Up Honda DBL 2015, namun laki-laki kelahiran 22 Desember 1997 ini tetap legowo, dan sangat ambi-sius untuk masuk dan bergabung memperkuat DBL All Star saat DBL Camp November mendatang. “Aku pengen bisa kepilih terbang ke Amerika. Jika terwujud, maka pres-tasi itu akan aku persembahkan buat semua orang yang udah men-dukungku dalam basket selama ini. Akhir-akhir ini aku ngerasa jenuh, karena dalam seminggu bisa latihan sampai enam kali. Tapi semoga semua kerja keras ini terbayar tuntas,” terang Vickar ditemui saat pulang dari fitness.
Meski udah beberapa meraih pre-stasi di saat-saat bergabung dengan tim Patbhe, tapi Vickar enggak pernah melupakan masa-masa indah ketika SMP di SMAN 2 Depok. Yaitu tempat dimana dia mengenal basket pertama kali. “Jadi sampai sekarang aku ma-sih saja ngerasa sangat berhutang budi. Kadang aku masih main ke lapangan outdoor SMP dan ngajarin adik-adik kelas di sana. Jadi sebisa mungkin kalo kita punya ilmu jangan terlalu pelit untuk berbagi,” katanya. Vickar berharap, suatu hari kelak dia bisa jadi pemain basket professional dan mengharumkan nama orang tua dan Jogja. “Kalo kamu pengen jadi pemain basket professional, dalam hidupmu selalu lah inget basket. Jadi jangan hidup dengan ngerokok, minum-minuman beralkohol dan harus men-jaga pola makan,” pesannya.
Untuk mewujudkan semua itu, Vick-ar selalu menjaga pola hidup keseha-riannya. Berusaha sekuat tenaga untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bermanfaat untuk menambah sta-mina nya. Karena menurutnya, semua harus dilakukan dengan disiplin. ” Sebenernya berat banget untuk ngejalaninya. Tapi tanpa bisa mengontrol diri, atau menjaga disiplin diri, angan angan itu juga akan ada sebaas anganangan,’ujar Vickar. (ata/man/ga)