SLEMAN – Forum Umat Islam (FUI) Jogjakarta mendatangi Polda DIJ untuk menyampaikan keberatan terkait ren-cana perayaan paskah bersama di Lapangan Kridosono, Kota Jogja, Kamis (16/4) besok. Sesuai berita yang di terima FUI, dikabarkan ada agenda pemur-tadan pada perayaan paskah dengan tema “Bertobatlah! Kenapa harus binasa?” tersebut.
Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto mengakui, FUI datang menyampaikan keberatan, karena mencurigai ada pemurtadan, dengan modus testimoni, pem-bagian sembako, pengobatan gratis dan lainnya. “Dari hasil pertemuan, FUI meminta Polda untuk tidak memberikan izin pada penyelenggaran perayaan paskah tersebut,” kata Kapolda. Namun Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kapastitas untuk memberikan izin, atau tidak memberikan izin. Karena dalam kegiatan keagamaan diatur dalam UU. “Untuk acara keagamaan, Pol-da tidak punya hak memberi izin atau tidak, dan itu bukan ranah Polda. Tadi waktu pertemuan, saya belum berikan sikap, saya akomodir dahulu,” tandasnya.
Ditegsakan oleh Kapolda, kegia-tan keagamaan dijamin konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Meski demikian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Polda berinisiatif untuk mengundang panitia kegia-tan guna minta penjelasan apa saja acara tersebut.Selain meminta daftar acara, Polda DIJ akan menyampaikan kekhawatiran FUI kepada para pa-nitia. “Jangan sampai antarwarga Indonesia terjadi kesalahpahaman. Kami akan fasilitasi. Kekhawatiran FUI akan kami teruskan ke panitia,” tandas Erwin.
Terpisah, penasihat panitia paskah bersama, Chang Wendriyatno me-mastikan dalam kebaktian tersebut tidak ada kegiatan bagi-bagi sembako, pengobatan gratis, pemurtadan dan lainnya. “Kami tidak ada acara se-perti itu. Kami juga sudah berkoor-dinasi dengan Polda. Kami tegaskan, tidak ada pemurtadan atau apa pun di acara itu. Kami murni melakukan ibadah perayaan paskah,” kata Chang pada wartawan, Selasa (14/4).
Setelah berkoordinasi dengan Polda DIJ, Chang mengungkapkan bahwa acara perayaan paskah tetap dilaksanakan sesuai jadwal, Kamis (16/4). Menurutnya, Polda DIJ akan melakukan pengamanan untuk menjaga acara supaya berjalan dengan tertib. “Acara tetap jalan, kami akan terus koordinasi dengan Polda,” ujarnya.Dia mengimbau agar pelaksana-an ibadah perayaan paskah tersebut dilaksanakan secara tertib dan tidak memancing hal-hal yang tidak di-inginkan. “Tidak perlu ada publi-kasi yang bombastis, spanduk-spanduk tidak perlu banyak- banyak. Kami juga ingin menjaga Jogja tetap menjadi kota yang toleran,” tandasnya. (cr3/mar/jko/ong)