JOGJA – Mulai Kamis (16/4) besok, Peraturan Menteri Perdagangan (Per-mendag) No 06/M-DAG/PER/2015 tentang larangan minimarket menjual minuman beralkohol (mihol) dan mi-numan keras (miras), bakal berlaku
Menindaklanjuti amanat ter-sebut, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) berjanji akan menin-dak tegas bagi minimarket yang tetap membandel menjual mihol dan miras.HS mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja untuk mela-kukan pengawasan di lapangan. Sehingga, jika ada satu mini-market dari 52 yang ada di Kota Jogja, langsung bisa ditertibkan.”Tegakkan peraturan seperti di UU. Kalau memang harus ditindak pidana ringan, ya dilakukan. Ka-lau memang harus ditutup usaha, ya akan kami lakukan,” kata HS saat ditemui di Balai Kota Timoho, Jogja, kemarin (14/4).
Ia menambahkan, sosialisasi terhadap kebijakan dari Men-teri Perdagangan itu sudah kerap. Baik melalui media massa, mau-pun langsung ke minimarket-minimarket tersebut. Saat ini, pemkot juga terus melakukan koordinasi melalui Dinas Per-industrian, Perdagangan, Kope-rasi, dan Pertanian (Disperindag-koptan) Kota Jogja, dan Dintib untuk mengawasi.”Jogja akan mendukung kebija-kan tersebut. Kami tidak khawatir dengan Jogja sebagai kota tujuan wisatawan asing,” tambahnya. Haryadi menuturkan, meski Kota Jogja merupakan kota wi-sata dan banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, bukan berarti minuman alkohol atau jenis bir dapat dijual bebas. Minuman jenis itu hanya diperbolehkan dijual di supermarket, hyper-market, serta perhotelan. “Jika selama satu bulan terakhir ini pendekatannya masih per-suasif, setelah 16 April langsung penindakan,” imbuhnya.
Sank-si terberat bagi minimarket yang masih kedapatan menjual mi-numan beralkohol, adalah pen-cabutan izin atau penutupan usaha. Namun, sebelumnya akan diberikan surat peringatan ter-lebih dahulu hingga tiga kali. Untuk mendukung kebijakan ini, HS meminta peran aktif ma-syarakat yang masih menemukan penjualan minuman beralkohol secara bebas, agar melaporkan pada pihak berwenang, sehing-ga segera dilakukan tindakan.Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Augusnur mengungkapkan, komitmen serta ketegasan dari aparat pemerintah menjadi pe-nentu keberhasilan pemberan-tasan minuman keras. Ia me-nyarankan agar pemkot tidak fokus pada minimarket berjeja-ring saja, juga toko kelontong yang masih menjual secara sem-bunyi-sembunyi.”Semua harus diberantas. Jangan sampai anak muda ter-pengaruh alkohol. Mau dibawa ke mana masa depan bangsa ini?” katanya.
Pelaksana Harian (Plh) Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja Udiyono sebelumnya mengatakan, dengan adanya aturan itu, pihaknya bisa lebih mudah melakukan pengawasan. Sebab, selama ini memang kesulitan saat pemerin-tah pusat malah melegalkan. “Di aturan kita (Kota Jogja) di larang. Tapi, pusat mem-buat peraturan yang melegal-kan. Bagaimana kami mau me lakukan penindakan,” kata Udiyono. (eri/jko/ong)