HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PRODUK LOKAL: Jarik lurik sebagai salah satu produk lokal yang dikenalkan dan berpotensi terpajang di Toko Milik Rakyat (Tomira).
KULONPROGO – Sistem kemitraan antara toko modern dengan koperasi di Kulonprogo berjalan sesuai harapan. Bahkan tiga pilot project Toko Milik Rakyat (Tomira) dinilai telah berjalan baik. Minimarket tersebut dijalankan bersama dan saling menguntungkan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Sri Hamintarti usai mengikuti peresmian Tomira. Pada kesempatan itu sekaligus dikenalkan sejumlah produk Tomira disela Penandatangan MoU Kabupaten Kulonprogo Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dengan 10 Perguruan Tinggi pendamping Posyandu dan Saresehan Pemetaan keluarga di Gedung Kaca, kemarin (14/4).
Hamintarti, sapaannya, menjelaskan tiga Tomira yang sudah berjalan baik itu di antaranya di Bendungan, Dekso, dan Jombokan. Semula, ketiga toko modern tersebut merupakan Alfamart, namun kemudian diubah menjadi Tomira mengikuti peraturan daerah (Perda). Tomira akhirnya dimiliki oleh koperasi namun tetap bermitra dengan Alfamart dalam urusan manajemen.
“Ini merupakan kebijakan bupati dan Alfamart. Keberpihakan Alfamart selaku pengusaha besar bermitra dengan pengusaha UMKM. Ini diatur juga oleh pemerintah dan sudah bisa dilakukan. Saat ini ada tiga pilot project Tomira yang berjalan lancar,” jelasnya.
Hamintarti mengatakan, masih ada sebelas Alfamart lagi yang segera menyusul menjadi Tomira lantaran aturan perda. Kendati demikian dari sebelas yang ada, masih perlu kajian terlebih dulu, apakah menguntungkan atau tidak untuk dijadikan Tomira. Selain itu, tidak menutup kemungkinan Tomira dibuka di tempat-tempat baru yang dimiliki koperasi dengan pola kemitraan.
“Jadi polanya pemerintah mengatur kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha UMKM. Karena kalau tidak UMKM tidak tersentuh. Ini juga upaya mendorong produk-produk UMKM agar bisa masuk toko modern,” katanya.
Corporate Affairs Director Alfamart Solihin menyatakan, konsep kemitraan yang berjalan selama ini sudah sesuai dengan visi perusahaan. Yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil. Melalui kemitraan tersebut, koperasi juga akan mendapatkan pengetahuan pengelolaan ritel modern dan produk barang dagangan dengan format seperti toko Alfamart. Hanya saja merek toko menjadi Tomira.
Manfaat lain yang didapat, dari tiga toko yang sudah berjalan, sudah menjual item makanan yang diproduksi UMKM setempat dengan standar yang telah ditentukan. Di antaranya produk sudah disertai PIRT, HKI, dan Halal MUI. “Jenis produk UMKM yang dijual misalnya keripik belut, keripik pisang, wingko ijo, enting-enting kacang, gula semut, dan masih banyak lagi,” katanya. (tom/ila/mga)