ADIDYA PERDANA/RADAR JOGA
Program corporate social responsibility (CSR) memang tepat dimanfaatkan masyarakat luas. Terutama mereka yang masih memerlukan uluran tangan. Pemerintah bisa memanfaatkan dana sosial dari perusahaan milik negara maupun swasta yang ada.Adidaya Perdana, MUNGKID  
Dana CSR perusahaan cukup besar. Sayang, tidak semua masyarakat mampu mengaksesnya. Jangankan mendapatkan kucuran dana lunak tersebut, mengetahui informasi dan cara mengakses saja belum tentu tahu.
Pemerintah daerah bisa membantu masyarakat. Caranya dengan menghubungkan warganya dengan lembaga-lembaga yang menyalurkan dana CSR tersebut.
Hal sama dilakukan Pemkab Magelang. Kelompok petani sapi perah yang ada di Kabupaten Magelang mendapatkan perhatian pemerintah. Melalui CSR, Bank Indonesia (BI) memberikan bantuan berupa pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta bantuan pemasaran produk.
Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, semula kawasan peternakan sapi perah berada di kawasan lereng gunung Merapi yang sebagian berada di Kecamatan Sawangan. Karena kondisi geografisnya yang tidak memungkinkan, kemudian dipindahkan ke Kecamatan Ngablak yang ada di Lereng Gunung Merbabu.
Pemkab Magelang telah melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan terhadap kelompok. Namun, masih ada sedikit keterbatasan.Untuk itu, program yang dilakuan dari BI sangat diharapkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami berharap Bank Indonesia bisa memberikan pendampingan secara kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta bisa difasilitasi di dalam pemasaran produk,” papar bupati kemarin (14/4).
Ditambahkan bupati, harapannya, kesejahteraan peternak yang ada di Kabupaten Magelang lebih meningkat.
Kepala Dinas Peterikan Kabupaten Magelang Sri Hartini mengatakan, di Kecamatan Ngablak ada delapan kelompok peternak sapi perah yang tergabung dalam asosiasi. Kelompok ini memiliki populasi ternak total mencapai 1.132 ekor.
Namun, dari jumlah itu, yang sudah berproduksi baru 650. Adapun jumlah produksi sebanyak 603 liter per hari.
Saat ini, Dispeterikan bekerja sama dengan Disperinkop dan UMKM Kabupaten Magelang merintis Asosiasi Peternak Sapi Perah. Nantinya, akan menjadi koperasi sapi perah dengan harapan peternak sapi perah di Kabupaten Magelang berkembang dengan baik dan lebih sejahtera.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Iskandar Simorangkir menyatakan, sebenarnya tugas dari BI adalah pengendalian stabilitas rupiah. Karena nilai tukar lebih banyak ditentukan oleh fundamental ekonomi, fokus dari BI lebih kepada pengendalian harga. Tetapi sektor moneter hanya bisa mengendalikan uang di masyarakat.
“Jika peredaran uang kelebihan, akan kami sedot dengan cara menaikkan suku bunga,” katanya.
Karena itu, BI punya Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) semacam CSR yang bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat. Caranya, dengan membantu mendorong program kelompok milik masyarakat. Seperti budidaya ikan air tawar dan peternak sapi perah di Kabupaten Magelang.
Ia berharap, kelompok yang lain bisa belajar pada kelompok yang sudah berhasil untuk membangkitkan ekonomi.
“Kami ingin program cluster ini bisa berintegrasi dan berkelanjutan, sehingga bisa saling mendukung dan menekan biaya produksi. Hasil produksinya bisa meningkat,” jelasnya.(ady/hes/Nr)