SETIAKY/RADAR JOGJA
LAPOR KEBOCORAN: Warga Jogja yang melaporkan soal Unas bocor ke pihak UGM. Mereka berharap perguruan tinggi ini tidak menjadikan Unas sebagai penentu SNMPTN.
JOGJA – Dugaan adanya bocoran soal Ujian Nasional (Unas) tahun 2015 untuk paper based test (PBT), bukan isapan jempol. Jaminan kea-manan pengawasan distribusi soal pun kini dipertanyakan. Adanya bocoran soal Unas itu ramai di kalangan para siswa maupun sejak hari pertama Unas Se-nin lalu (13/4).Salah seorang siswa SMA N 3 Kota Jogja Muhammad Tsaqif Wismadi mengakui adanya kebocoran soal Unas berbasis kertas ini. Bahkan ia sudah melaporkan masalah kebocoran ke sekolah maupun pihak UGM.Tsaqif menjelaskan, bocoran soal yang ia dapatkan dari google drive itu sama seperti soal Unas yang ia kerjakan. Setelah memas-tikan bocoran yang beredar itu sama, ia pun melaporkan hal itu ke sekolah dan mengirim-kan via email ke UGM
“Awalnya dapat link dari grup SD. Kemudian saya unduh, setelah saya cocokkan dengan soal kok sama. Saya pun melaporkan ke sekolah,” cerita Tsaqif di seko-lahnya kemarin (15/4).Murid dari sekolah favorit ini mengatakan, setelah melaporkan ke sekolah, dirinya juga diminta melaporkan ke UGM. Ini karena pertimbangan jika perguruan tinggi negeri itu menggunakan hasil nilai Unas untuk parame-ter tes masuk. “Kabar adanya bocoran soal sudah ada sejak hari pertama Unas,” akunya.Ia menambahkan, sejak awal sebenarnya meragukan kebe-naran jika soal Unas benar bocor. Dia pun hanya menganggap soal itu sebagai latihan saja. Tapi, saat ia mengejarkan soal IPA Selasa (14/4) lalu, baru yakin jika soal tersebut benar bocoran. “Link-nya sudah tidak bisa di-buka,” tambahnya.
Anggono, ayah Tsaqif yang juga Staf Bagian Humas Pemkab Sleman menambahkan, anaknya kecewa setelah mengetahui bo-coran soal Unas beredar di in-ternet. Bocoran itu bisa di-brow-sing di Google dengan keyword: prediksi UN SMA 2015 atau “Bo-coran” soal UN 2015 versi Pak Anang. Bisa juga mengakses http://pak-anang.blogspot.com/2015/04/pembahasan-bocoran-soal-sma.html. Alamat website itulah yang disebut-sebut berisi materi soal unas, yang menghebohkan dunia maya.Radar Jogja mencoba menelu-suri isi blog tersebut. Hasilnya, pemilik blog memang mema-parkan materi pelajaran berupa naskah soal. Dengan judul: “Pem-bahasan ‘Bocoran’ UJIAN NA-SIONAL Tahun Pelajaran 2014/2015. ” Setiap naskah di-sebutkan pula mata pelajarannya. Pada bagian kiri atas sampul naskah ditulis “Dokumen Pri-badi. Sangat Rahasia”.
Sesuai dengan judulnya, naskah terse-but berisi pertanyaan soal, berikut jawaban dan pembahasannya. Langkah Tsqif melaporkan adanya kebocoran soal ini ter-masuk berani. Apalagi, ia juga mengirimkan surat ke UGM agar mempertimbangkan kembali penggunaan hasil Unas sebagai salah satu syarat masuk. “Kalau masih menggunakan hasil Unas sebagai syarat utama, namanya tidak fair karena sudah bocor,” ujarnya.Ia mengaku, dengan adanya kebocoran soal ini mengancam kejujuran siswa. Padahal, selama ini ia bersama teman-temannya bertekad untuk mengerjakan soal Unas dengan jujur. Maka-nya, ia pun melaporkan hal ini juga ke UGM.Keberanian Tsaqif melaporkan kebocoran soal Unas ini menda-patkan apresiasi dari SMAN 3 Kota Jogja.
Pihak sekolah me-negaskan, seluruh siswanya sama-sama menyesalkan adanya kebocoran soal itu.Kepala SMAN 3 Kota Jogja Dwirini Wulandari memastikan, seluruh siswa kelas XII kecewa dengan adanya kebocoran soal Unas. Mereka tak menyangka usaha berlaku jujur dengan be-lajar keras selama ini kalah dengan siswa yang mendapatkan bocoran soal. “Mereka bahkan sampai menangis saat melaporkan bocoran itu,” ungkap Dwirini.
Sejak awal, lanjut Dwirini, pi-hak sekolah selalu menekankan siswa untuk bersikap jujur. Me-reka harus mengabaikan adanya kabar-kabar soal bocoran soal. “Kami bersyukur, anak-anak tetap menjaga kejujuran itu,” lanjutnya. Adanya kebocoran soal ini, Dwirini mendesak Dinas Pen-didikan melakukan upaya se-rius. Juga tindakan yang tegas terhadap oknum yang membo-corkan, bahkan meng-upload ke internet. “Harusnya tidak bisa bocor sampai di internet,” sesalnya.
Menindaklanjuti adanya ke-bocoran soal ini, Disdik Kota Jogja langsung bergerak cepat. Mereka langsung mengecek ke semua pihak. Termasuk siswa untuk mendapatkan informasi yang valid. “Kami sudah menu-runkan tim untuk mengecek sana-sini. Tapi karena sekarang tautannya sudah tidak bisa di-buka, ya menunggu per-kembangan terakhir,” tandas Sekretaris Disdik Kota Jogja Budi Santosa Asrori. Budi mengatakan, jika ada-nyakebocoran soal ini benar, pihaknya akan melaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebab, kewenangan penindakan maupun penelusu-ran berada di Menteri Anis Baswedan itu. “Kami akan la-porkan. Tapi dari informasi, Kementerian sudah mengetahui ini dan juga telah menindakla-njuti,” tutur Budi.

Jamin Tidak Ada Kebocoran Soal di DIJ

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahgara (Disdikpora) DIJ me-mastikan tidak ada kebocoran soal Unas di DIJ. Baik yang mela-lui sistem paper based test (PBT) maupun computer based test (CBT). Belum ada laporan dari kabupaten/kota terkait keboco-ran soal Unas.”Kami tidak tahu persis kebe-narannya, karena hingga saat ini laporan dari kabupaten/kota belum ada,” ujar Koordina-tor Sekretariat Unas DIJ Bak-htiar Nur Hidayat ketika dikon-firmasi terkait laporan keboco-ran soal Unas di SMA 3 Jogja, kemarin (15/4). Bakhtiar meng-aku juga tidak bisa membuktikan kebenaran bocoran soal Unas itu, karena baik dinas maupun sekolah sendiri tidak mengeta-hui soal Unas yang diujikan.Dirinya menjelaskan proses pengamanan soal Unas sudah maksimal. Seperti untuk Unas dengan sistem komputer, baru bisa diakses setelah siswa mela-kukan login dengan password, yang diberikan saat masuk ke ruang ujian.
Dalam pengerjaanya pun offline, tidak boleh meng-gunakan jaringan Wifi. Begitu pula untuk Unas dengan PBT, hanya bisa dibaca oleh siswa. Guru dan pengawas juga dilarang membaca soal. “Soal itu dokumen negara, setelah selesai akan di-masukkan dalam amplop ber-segel, sebulan setelahnya akan dimusnahkan,” ungkapnya.Karena itu, Bakhtiar tidak bisa memastikan kebenaran kebo-coran soal Unas seperti yang disampaikan siswa SMA 3 itu. Meskipun begitu, dirinya mem-perkirakan yang disebut kebo-coran mungkin hanya kemiripan soal saja. Hal itu karena Unas tahun ini masih menggunakan kurikulum 2006, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Sebenarnya materi soalnya itu-itu saja. Mungkin saat siswa mengerjakan, dia ingat kisi-kisi soal Unas yang pernah dikerja-kan,” jelasnya.
Terkait surat terbuka siswa SMAN 3 Jogja ke UGM supaya tidak mempertimbangkan nilai Unas dalam masuk ke pergu-ruan tinggi (PT), Bakhtiar men-gatakan hal itu merupakan ke-wenangan masing-masing PT. Di tingkat pusat, lanjutnya, juga sudah ada data untuk melihat integritas tiap sekolah. “PT dalam memnentukan tentu tidak hanya melihat hasil Unas, tapi juga melihat integritas sekolah,” te-rangnya.Terpisah, Kepala Disdikpora DIJ Kadarmanta Baskoro Aji juga memastikan tidak ada kebocoran soal Unas di DIJ. Menurutnya, pengamanan soal di DIJ sudah sangat ketat. Karena itu jika ada bocoran soal, dirinya memastikan berasal dari luar DIJ. Soal yang diunduh melalui internet dengan file Google Drive berjudul Ayo Belajar UN 2015 dipastikan soal yang berasal dari luar DIJ, bahkan bisa dari luar Jawa. Karena tidak mungkin soal Unas dengan provinsi yang berdekatan sama. “Mungkin soal Unas untuk latihan menger-jakan Unas itu berasal dari luar Jawa dan kebetulan sama dengan soal Unas di Jogja,” ungkapnya.
Dugaan terjadinya kebocoran soal Unas di DIJ tersebut juga sudah dilaporkannya ke Kemen-terian Pendidikan dan Kebu-dayaan. Keputusan apakah akan dilakukan ujian ulangan atau tidak, diserahkan sepenuhnya ke kementerian. “Semuanya kita serahkan ke kementerian,” terangnya.Tentang tingkat kejujuran siswa dalam Unas, Baskoro mengaku siswa di DIJ masih punya integritas tinggi dan ke-jujuran. Sehingga tak akan mem-pengaruhi tingkat kejujuran siswa. “Saat ini siswa kan sudah akrab dengan internet, dengan IT. Jika mencari soal Unas untuk berlatih dan kebetulan sama, maka tidak bisa dikatakan bocor,” katanya.
Sementara itu, Lembaga Om-budsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ beegerak cepat menindaklanjuti kebo-coran soal Unas di SMAN 3 Kota Jogja. ORI melihat temuan itu mirip dengan di Bandung dan Padang. Kepala Perwakilan ORI DIJ Budhi Masturi menduga, bo-coran soal Unas itu sama dengan temuan ORI Perwakilan Padang, Sumatera Barat dan ORI Per-wakilan Bandung. “Mirip se-perti kebocoran Unas di Padang dan Bandung,” katanya kemarin (15/4).Budhi menambahkan, sebe-narnya temuan kebocoran soal Unas ini menjadi temuan sama. Kini hal itu menjadi kajian dari ORI. Mereka akan mengolah temuan tersebut bersama ORI pusat. Setelah itu, temuan ke-bocoran Unas akan dilaporkan ke Kementerian Pendidikan.Dia mengatakan, dari kete-rangan yang diperoleh, bocoran soal itu ada kemiripan dengan soal Unas yang asli. Namun dia menegaskan bocoran soal ter-sebut bukan dari pihak sekolah, melainkan dari luar sekolah. (eri/yog/pra/laz/ong)