JOGJA – Setelah sempat vakum selama satu tahun, Indonesia Housekeepers Association (IHKA) Jogja, kembali mengelar workshop dan koordinasi bertajuk Development of Housekeepers, (15/4) di The Alana Hotel & Convention Center. Acara diikuti 200 housekeepers dari seluruh hotel berbintang dari Jogja, Solo, dan Semarang.
Panitia Workshop Development of Housekeepers Teguh Yuwono Pengurus mengatakan, acara kali ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya pernah diadakan pada 2013. Tujuannya, mengembalikan semangat dan eksistensi housekeepers yang sebelumnya pernah mati suri.
“Kenapa mati suri, karena sejak IHKA didirikan tahun 2013, kegiatan kami sempat berhenti sejenak karena pergantian pengurus. Tak mau berlama-lama, di tahun 2015 ini kami ingin bangkit dan menggelar kegiatan seperti sebelumnya,” katanya.
Acara ini juga bertujuan untuk mempersiapkan para housekeepers yang kompeten dan profesional sesuai dengan posisinya masing-masing. “Saat ini banyak para housekeepers yang menduduki jabatan tertentu tak tahu dengan tugas dan tanggung jawabnya. Ahlasil, banyak dari mereka yang stagnan dan hanya jadi pesuruh saja,” tandasnya.
Teguh menuturkan, pekerjaan housekeepers tak hanya sebatas pelayan kebersihan, melainkan pekerja profesional yang membantu semua yang dibutuhkan oleh bisnis hunian. Pekerjaan housekeeping sendiri ada level-levelnya, mulai dari rumah tendon, floor supervisor, asisten manajer, house keeping manajer, hingga executive manajer.
“Memang tugas utama kami adalah melakukan cleaning servise, tapi di sini kami juga dituntut melakukan development skill. Untuk itu, di sini kami memerlukan ilmu, sharing pengalaman, agar setidaknya kami bisa memberikan harga buat diri sendiri,” ungkapnya.
Terkait dengan hal tersebut, Ketua PHRI Jogja Istijab Danu Nagoro mengatakan, seiring dengan maraknya pembangunan hotel dan hunian di Jogja dimana akan ada belasan hotel baru, tentu permintaan akan housekeepers semakin diperhitungkan.
Dirinya mengimbau, para housekeepers untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Mereka dituntut untuk banyak belajar mengenai development program housekeepers hingga sharing pengalaman. “Sharing itu perlu, bukan hanya untuk menambah pengetahuan, juga wawasan,” katanya.
Dia memaparkan, saat ini telah ada 1.160 hotel berdiri di Jogjakarta. Dari jumlah itu, 60 unit di antaranya hotel berbintang dengan 6000 kamar dan 1.100 hotel lainnya kelas melatih dengan 12.660 kamar. “Kebayang kan, banyaknya seperti apa. Semoga dengan digelarnya acara ini para housekeeper semakin maju,” terangnya. (*/met/jko/mga)