IWA IKHWANUDIN/RADAR JOGJA SEMANGAT JUALAN: Murid kelas enam SD Budi Mulia Dua Seturan mengikuti ujian praktik mata pelajaran Kemahiran Hidup di kompleks sekolah mereka (14/4).
SLEMAN – Memberikan contoh kepada murid bagaimana berwirausaha bisa dilakukan sejak murid masih duduk di sekolah dasar. Demikian pula yang dilakukan Sekolah Dasar Budi Mulia Dua (SD BMD) Seturan, Sleman.
Sambil menunggu ujian sekolah SD pada Mei mendatang, para murid kelas enam SD BMD mengikuti ujian praktik mata pelajaran. Salah satu yang diujikan adalah mata pelajaran Kemahiran Hidup, atau KH.
Guru pengampu mereka memberikan kebebasan untuk membentuk kelompok terdiri dari lima anak. Kelimanya dituntut mengelola kelompoknya menjadi tim yang memiliki tujuan berdagang makanan dan minuman.
Kelima murid tersebut berbelanja kebutuhan dengan uang mereka sendiri sebagai modal secara urunan. Setelah berbelanja, lalu menentukan harga masakan yang akan mereka jual.
Bertempat di kompleks Perguruan BMD Seturan, pada Selasa (14/4) mereka berjualan makanan dan minuman. Sesuai dengan tujuan mata pelajaran KH, mereka dituntut bisa berdagang. Siapa yang membeli dagangan mereka? Adik-adik kelasnya.
‘’Memang kami memberikan keleluasaan kepada murid agar mampu berdagang yang berkaitan dengan mata pelajaran Kemahiran Hidup. Nilai kami berikan berdasarkan kemampuan mengatur sistem dagang mereka,” kata Santi Marlina, salah seorang pengajar SD BMD kepada Radar Jogja.
Kegiatan yang diberi tajuk Pasar ‘’Senggol” Ujian KH tersebut berlangsung seru. Sekitar 20 tim beradu untuk berjualan makanan dan minuman. Adu strategi dilakukan. Ada yang sengaja membawa nampan berisi sate buah dan dijajakan kepada adik kelas mereka. Ada pula yang berteriak menawarkan dagangannya.
Para siswa terlihat canggung menggoreng sosis dan kentang sambil mengatur besar kecilnya api dari kompor gas. Rekannya yang putri turut membantu membuat minuman instan yang akan mereka jual.
Acara berlangsung sekitar tiga jam dari pukul 08.00. Ada yang habis jualannya, ada pula yang masih tersisa. Nampak wajah mereka menandakan kepuasan telah berhasil menjual makanan dan minuman ringan.
‘’Kami berharap mereka bisa mengerti bagaimana caranya berdagang. Sebagai bekal mereka kelak di kemudian hari agar terbiasa dengan wirausaha,” kata Santi.
Usai berdagang, para murid kelas enam SD BMD Seturan tersebut membersihkan lapak jualan mereka. Tidak ada kotoran sisa-sisa jualan yang boleh tertinggal. ‘’Harus menjaga kebersihan juga,” kata Santi.
Setelah selesai membereskan perlengkapan jualan, mereka kembali ke kelas masing-masing. Uang yang mereka dapatkan dari hasil berjualan dihitung masing-masing kelompok. Ada yang untung besar, sedikit, bahkan ada yang merugi.
‘’Bukan nilai untung rugi uang yang ingin kami tanamkan kepada murid. Lebih penting lagi, mereka bisa mengetahui cara berdagang, berorganisasi dan bekerja sama,” tegas Santi. (iwa/mga)