Desa Wisata Kasongan Jadi Ajang Sehari Boleh Gila
KASIHAN – Momentum peringatan hari seni se-dunia di desa wisata Kasongan, kemarin (15/4) benar-benar dimanfaatkan para seniman dan masyarakat umum untuk mewujudkan impiannya. Dengan mengenakan kostum dan aksesori unik, ratusan orang ini tumplek blek di desa wisata yang juga terkenal dengan sentra kerajinan gerabah tersebut.
Sebagian ada yang mengenakan kostum coklat khas polisi. Ada juga yang berseragam tentara, dokter, dan penari. Bahkan, ada pula yang berdandan khas seperti pemain film atau musisi idola mereka.
Tak ada satu pun dari mereka yang terlihat ‘malu-malu’ ketika berjalan sepanjang satu kilometer memutari wilayah Kasongan ini. Mereka sangat percaya diri dan antusias menjelma sebagai sosok maupun karakter yang diimpikannya. “Saya yakin setiap orang pernah punya impian menjadi seorang polisi atau petinju sekalipun,” terang Ketua Umum Panitia acara Sehari Boleh Gila (SBG) Timboel Rahardjo.
Panitia sengaja mengambil tajuk SBG untuk kegiatan ini. Istilah ‘gila’ ini tentu tidak merujuk pada arti yang sesungguhnya. Istilah ‘gila’ ini lebih diartikan dengan ‘uedan’ yang berkonotasi pada kebebasan berkreasi untuk menjelma menjadi sosok yang selama ini diimpikan.
Timboel meyakini kebebasan berkreasi dapat mewujudkan sebuah konsep kreatif visual yang indah. “Melalui pesta kostum dengan tema Mimpiku, Mimpimu, Mimpi Kita Semua, semua peserta dapat mewujudkan impiannya,” jelasnya.
Selain pesta kostum, terang Timboel, ada sejumlah agenda acara dalam acara yang juga bertujuan untuk memperingati hari seni se-dunia ini. Di antaranya, parade seni, fashion show, performance art, pameran seni, rupa, pentas tari, pentas musik, teater hingga pesta rakyat. “Ada stan kuliner dan pameran beragam produk souvenir unik khas Kasongan,” tambahnya.(zam/din/mga)