GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SELALU SERU : Laga derby antara PSIM Jogja menjamu PSS Sleman di Stadion Mandala Krida musim lalu. Musim 2015 ini, kedua tim kembali berada di satu grup, namun dengan atmosfer dan kekuatan tim sedikit berbeda.
* Jadi Partai Pembuka DU 2015 Grup 4
SLEMAN – Duel tim sekota (derby) DIJ akan mewarnai partai pembuka kompetisi Divisi Utama (DU) 2015 Grup 4. Pada partai pembuka tersebut PSS Sleman bakal menjamu PSIM Jogja di Maguwoharjo International Stadium (MIS) pada 26 April mendatang.
Beredarnya draft jadwal pertandingan DU tersebut mengikis keraguan isu miring bakal molornya kompetisi kasta kedua Liga Indonesia. Sebab dari jadwal yang disiarkan oleh PT Liga Indonesia selaku operator, pertandingan pembuka akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan yakni 26 April.
Tim asal DIJ lainnya, Persiba Bantul akan menjalani laga pembuka di kandang Stadion Sultan Agung. Tim berjuluk Laskar Sultan Agung tersebut akan menjamu klub asal Jawa Timur, Persinga Ngawi.
Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengatakan derby pembuka akan menjadi hal yang menarik. Hanya saja, dirinya enggan banyak berkomentar perihal kekuatan PSS Sleman. “Saya tidak berhak mengomentari PSS. Yang penting saya akan mempersiapkan tim untuk hasil terbaik,” kata Seto kepada Radar Jogja kemarin (16/4)
Mantan pemain nasional ini kerap kali kedapatan menyaksikan laga uji coba PSS di Maguwoharjo. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui peta kekuatan rival.
Rivalitas kedua tim ini selalu terjadi disetiap pertemuan. Tak heran, laga panas dan keras selalu terjadi tiap kali tim ini bertemu. Bukan hanya di dalam lapangan, aksi panas juga terjadi di luar lapangan yang melibatkan kelompok suporter.
Derby Sleman-Joga pada tahun lalu mencatat pertemuan keduanya menghasilkan skor imbang. Saat berkandangan di Maguwoharjo, Laskar Sembada hanya bisa menghasilkan skor kacamata saat menjamu PSIM Jogja. Giliran PSIM menjamu PSS, empat gol digelontorkan dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2.
PSS menjadi tuan rumah, PSIM mampu menahan imbang tanpa gol. Adapun ketika giliran PSIM yang menjamu PSS, skor imbang kembali tersaji. Hanya kali ini empat gol tercipta dalam laga yang berakhir 2-2 tersebut. Tak hanya itu persaingan antarkelompok suporter pun kerap terjadi yang bahkan sering berbuntut kericuhan. Efeknya pihak kepolisian sering mempertimbangkan dengan dalam untuk memberikan izin pertandingan bagi kedua tim itu.
Manajer PSIM Jogja, Agung Damar Kusumandaru mengatakan, sesuai hasil deklarasi damai yang diprakarsai Polda DIJ, suporter diminta mentaati aturan yang dietatpkan oleh panitia pelaksana pertandingan. Bila panpel memutuskan pelarangan suporter tamu ke stadion, maka harus ditaati oleh pihak supporter.”Untuk menjaga kondusifitas bersama, ada suporter harus menaati kebijakan panpel,” terangnya.
Direktur Teknis PT Putra Sleman Sembada, M Arief Juli Wibowo berharap agar pihak kepolisian bisa mengeluarkan izin pertandingan pada laga tersebut. Panpel akan semaksimal mungkin mengamankan jalannya pertandingan, guna meminimalisir ganguan pertandingan.
“Dengana adanya kesepakatan damai bersama, saya kira izin tidak menjadi masalah. Dan masing-masing suporter sudah bisa memahami apapun yang nanti diputuskan panpel,” katanya. (bhn/din/Nr)