DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
KASUAL : Penampilan Monita tidak ubahnya seperti gadis usia 17 tahun yang sedang menikmati masa-masa remaja. Rambut panjang tergerai, celana denim, dan t-shirt.*Perbanyak Jam Terbang Agar Setara dengan Pembalap Senior Nasional
Tak banyak perempuan yang menekuni drag bike. Monita Permata Wijaya di antara yang sedikit itu. Monita kenal olahraga menantang ini sejak usia belia. Keras dan panasnya aspal sudah biasa dia rasakan. Apa motivasinya menjadi pembalap drag bike?
DEWI SARMUDYAHSARI, Bantul
Sekilas, Monita tidak ubahnya seperti gadis usia 17 tahun yang sedang menikmati masa-masa remaja. Rambut panjang tergerai, celana denim dan t-shirt menambah tampilan kasualnya sehari-hari.
Nah, siang itu, seperti biasa, pembalap kelahiran Bantul, 1 April 1998 ini ikut mengelola bengkel motor yang baru dua bulan ini beroperasi di daerah Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Ya, sulung dari dua bersaudara pasangan Parmadi dan Isdina Wijayanti ini memang tumbuh tidak jauh dari dunia balap motor. Sering diajak nonton ke sirkuit balapan oleh sang ayah, memunculkan spirit dalam jiwanya untuk mencoba.
Dari ketertarikannya, Monita pun serius menjalani latihan. “Pertama kali ikut balap tahun 2012, lalu juara di balap motor Ventura Sport Club juara satu kelas wanita. Dari situ mulai ikut kelas wanita,”ujarnya.
Saat itu, Monita masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Dan setelah menjajal sirkuit balap pertamanya itu, keinginannya untuk membalap berlanjut.
Saat berada di sirkuit, Monita bertransformasi menjadi pembalap sejati. Tidak ada lagi gadis berambut panjang yang gemulai. Bahkan terik mentari pun dilawan. Di matanya hanya ada garis finish. Di benaknya hanya ada harapan untuk catatan waktu terbaik.
Itulah mengapa, Monita selalu menduduki juara pertama di kelas wanita di berbagai kejuaraan drag bike lokal. Bahkan kini, namanya sudah bisa disejajarkan dengan pembalap wanita nasional. Puncaknya, saat dia keluar sebagai juara kejuaraan drag bike di Ngajuk Februari 2014 lalu.
Di ajang bergengsi tersebut, Monita membuktikan diri dan tak ingin dipandang sebelah mata. Hasilnya mencengangkan, dia menjadi juara kelas wanita dan mendapat julukan ratu drag bike. “Semua pembalap se-Indonesia kumpul di situ. Karena itu salah satu kejuaraan di mana para pembalap bisa mengumpulkan poin untuk melaju ke Thailand,” jelasnya.
Ya, semua pembalap Indonesia pasti ingin ke Thailand sebagai pijakan pertama ke kejuaraan internasional. Kala itu, Monita meraih kemenangan dengan motor Ninja Sport Tune Up 155 cc.
Selepas kejuaraan di Nganjuk, Monita tak lagi bersaing di kelas wanita. Tetapi sudah berhadapan dengan pembalap-pembalap pria. Angan-angannya untuk membuktikan bahwa drag bike bukan hanya untuk kalangan pria pun diwujudkannya. Karena dirinya sudah berhasil mewujudkannya, dan mengubah presepsi itu.
Kini, hari-harinya tiada hari tanpa motor. Selain rutinitas mengelola bengkel, setiap Selasa dia rutin berlatih. Itu pun tidak berlatih sendiri, tetapi berlatih bersama. “Aku sudah punya anak didik. Mereka masih kecil-kecil, kelas 5 dan 6 SD. Ada juga ibu-bu, ya ada yang hanya sebagai hobi. Tetapi ada juga yang berpotensi jadi pembalap,”ujarnya.
Latihan dilakukan di i sirkuit Sultan Agung dan Pantai Depok.
Dukungan penuh keluarga dan teman-temannya yang menjadi motivasi Monita hingga menjadi seperti sekarang ini. Jatuh saat berlatih ataupun kejuaraan sudah menjadi makanannya. Dia pun sadar, risiko pembalap adalah jatuh. Tapi tidak sedikit pun dirinya kapok. Patah tulang ringan hingga retak pun sudah pernah dialaminya. Tiga minggu lepas gips dan beristirahat satu setengah bulan dari saat jatuh, dia sudah kembali ke race lagi.”Sekarang aku hanya ingin mencari pengalaman sebanyak mungkin. Memperbanyak jam terbang, dan bisa setara dengan pembalap di Indonesia,”ujarnya yang setiap minggu tak istirahat dari balap.
Sebagai pembalap, dia pun memendam harapan. Salah satunya agar pembalap dan khususnya drag bike bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Alasannya, karena tidak sedikit dari pembalap berprestasi yang membawa harum nama bangsa.”Semoga bisa lebih maju dengan dukungan semua pihak,”ujarnya.(*/din/Nr)