HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SIDAK: Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen Disperindag ESDM Kulonprogo Sungkono saat memeriksa produk minuman di salah satu mini market di kota Wates, kemarin (16/4).
*Sidak Minimarket, Tak Segan Beri Sanksi Tegas 
KULONPOROGO – Usai diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 06/M-DAG/PER/2015, pengawasan peredaran minuman beralkohol (mihol) dan minuman keras (miras) ditingkatkan. Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah minimarket di Kulonprogo, kemarin (16/4).
Hasilnya nihil, dari sejumlah minimarket yang digeledah, tidak ditemukan mihol dan miras yang diperjualbelikan. Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen Disperindag ESDM Kulonprogo Sungkono mengatakan, untuk sementara tidak ada minuman beralkohol. “Ada minuman bersoda, namun zero alkohol alias tidak ada kandungan alkoholnya,” terangnya saat memeriksa satu minimarket di bilangan Wates, kemarin (16/4).
Sungkono menjelaskan, berdasarkan permendag itu minimarket, supermarket dan pengecer lainnya dengan ukuran 12 meter persegi dilarang menjual minuman beralkohol 1 persen hingga 15 persen.
“Dalam Permendag itu, tenggat waktu diberikan kepada para penjual minuman beralkohol untuk menarik produknya hingga hari ini (16/4). Jika setelah tanggal tersebut masih ada penjual yang menjajakan minuman beralkohol, maka akan ada sanksi tegas, bahkan pencabutan izin usaha,” jelasnya.
Ditambahkan, di Kulonprogo ada 22 mini market, sudah separonya diperiksa dan hasilnya nihil. Hal itu tidak terlepas dari operasi minuman keras dan minuman beralkohol lainnya yang sudah rutin dilakukan sejak dua tahun terakhir. Tepatnya setelah diterbitkannya Perda Nomor 11 Tahun 2008 tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol atau Minuman Memabukkan Lainnya.
“Sudah cukup sering dilakukan operasi miras. Bahkan, selain menggelar pemeriksaan secara mandiri, petugas dari Disperindag ESDM juga selalu ikut tim razia dengan Satpol PP dan Kepolisian Resort (Polres) Kulonprogo,” tegasnya.
Salah satu karyawan minimarket di Wates Suroto menyatakan, sudah lama minimarket tempatnya bekerja tidak menjual produk minuman beralkohol. Hal itu sejalan dengan imbauan perusahaan yang memang tidak menyediakan jenis minuman alkohol di wilayah Kulonprogo.
“Meski tidak bisa dipungkiri banyak konsumen yang sengaja mencari. Tapi kami hanya bisa menyampaikan, bahwa tidak menjual minuman itu di sini,” ucapnya.
Salah satu pembeli, Venus,w arga wates mengaku setuju dan mendukung kegiatan operasi minuman beralkohol oleh pemerintah. Sebab, minuman jenis itu sangat merugikan banyak orang. “Aturan itu memang harus ditegakkan. Karena tujuannya baik, karena minuman ini juga tidak baik untuk kesehatan,” ujarnya. (tom/ila/Nr)