GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERHARAP TAK DIULANG: Siswa SMK Negeri 2 Jogja mengikuti Ujian Nasional berbasis komputer (computer based test) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah mereka, Jogjakarta, Senin (13/4).JOGJA – Belum adanya kepastian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan Ujian Nasional (Unas) ulangan, mendapatkan perhatian khusus Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti. HS, sapaan akrabnya, mendorong kementerian di bawah Anies Baswedan itu tak menempuh kebijakan Unas ulangan.
“Janganlah, anak-anak sudah beriktikad baik dengan melaporkan kesamaan soal,” tandas HS kemarin (17/4).
Dari 30 buklet soal yang ada di google drive, siswa di SMAN 3 Kota Jogja juga termasuk yang mengunduh. Meski sang pengunduh, Muhammad Tsaqif Wismadi, begitu mengetahui adanya kesamaan terhadap soal itu langsung melaporkan ke sekolah. Juga mengirimkan surat ke UGM agar PTN itu tak menggunakan hasil Unas sebagai parameter masuk.
Sikap dari Tsaqif ini, menurut HS, seharusnya mendapatkan apresiasi. Makanya, ia tak setuju jika ada rencana menggelar Unas ulangan. Baik itu di sekolah yang teridentifikasi terdapat siswa yang mengakses kebocoran soal tersebut, atau secara umum. “Di tengah kondisi saat ini, masih ada anak yang ternyata memiliki integritas. Seharusnya diapresiasi,” kata HS.
Ini pula, lanjut HS, yang mereka lakukan kepada siswa di SMAN 3 Kota Jogja. HS kini terus mendorong Disdik Kota Jogja untuk mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar tidak menggelar Unas ulangan. “Parameter kebocoran soal ini juga masih belum jelas,” tuturnya.
Adanya kesamaan soal Unas dan hasil unduhan itu, imbuh HS, sebenarnya bisa menjadi evaluasi dari penyelenggara Unas. Terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jika ada sistem yang tak berjalan dalam menjaga kerahasiaan soal tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana menegaskan, pihaknya sudah mengirimkan permintaan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tak menggelar Unas ulangan. “Arahnya kami tidak mengajukan Unas ulangan. Tidak ada Unas susulan,” katanya.
Edy beralasan, di Kota Jogja belum bisa dipastikan siswa yang mengakses kebocoran Unas susulan. Yang ada malah sebaliknya. Saat siswa mengetahui adanya kebocoran soal Unas, mereka melaporkan ke sekolah. “Sampai sekarang Kementerian memang belum memastikan,” tuturnya.
Alasan kebocoran soal untuk menggelar Unas ulangan di Kota Jogja, menurut Edy, juga tidak relevan. Ini karena yang bocor hanya soal Unas mata pelajaran IPA saja. Sedangkan mata pelajaran yang lain, sampai sekarang belum terdeteksi adanya kebocoran.
“Kalau hanya satu mata pelajaran terus dijadikan alasan menggelar Unas susulan, lalu bagaimana dengan hasil Unas mata pelajaran yang lain?” sentil mantan Kepala Taman Pintar ini.
Dengan berbagai alasan tersebut, Edy mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pasti akan mengambil kebijakan yang lebih arif. Artinya, tak akan menggelar Unas susulan hanya dengan alasan terjadi kebocoran karena laporan salah seorang siswa.
“Untuk mendeteksi siswa mana yang mengakses soal dari google drive ini saja tidak bisa kok,” tambahnya dengan nada kecewa. (eri)
 

Minggu Depan MasihAda Unas CBT

 
Meski sebagian besar siswa sudah menyelesaikan Unas minggu ini, siswa SMAN 1 Wonosari masih akan mengerjakan Unas dengan sistem computer based test (CBT) minggu depan. seluruh siswa peserta Unas SMA CBT akan libur pada Jumat-Minggu dan pelaksanaan ujian akan dilanjutkan pada Senin-Selasa (20-21 April 2015).
Menurut Koordinator Sekretariat Unas DIJ Bakhtiar Nur Hidayat, sesuai ketentuan dari pusat mengatur enam mata pelajaran yang ada diujikan satu mata pelajaran dalam sehari untuk CBT yakni pada 13-16 April dan 20-21 April. “Berbeda dengan peserta Unas PBT yang dalam sehari mengerjakan dua mata pelajaran,” katanya kemarin (17/4).
Unas PBT sudah selesai Rabu (15/4). Sementara untuk pelaksanaan Unas CBT tingkat SMK juga sudah selesai Kamis lalu (16/4). Saat ini untuk Unas CBT, jelas Bakhtiar, proses pengiriman hasil kerja siswa ke Jakarta juga sudah dilakukan secara online. Sedangkan untuk Unas PBT, proses pemindaian juga sudah hampir selesai. Di DIJ, proses pemindaian hasil Unas dipusatkan di UNY.
Bakhtiar mengaku tidak tahu persis proses pemindaian karena dilakukan semuanya oleh perguruan tinggi bersangkutan. Menurut dia, pemindaian hasil Unas tidak memakan waktu lama. Begitu pelaksanaan Unas PBT, setiap harinya hasil pekerjaan siswa langsung dibawa untuk dipindai ke UNY. “Malamnya biasanya sudah selesai (dipindai) dan langsung dikirim ke Jakarta,” tuturnya.
Terlebih saat ini DIJ juga tengah menjadi sorotan dengan dugaan kebocoran soal Unas yang didapat dari Google Drive. Hal itu menjadikan pengawasan hasil Unas DIJ diperketat, sehingga setelah selesai proses pemindaian akan langsung dikirim ke Jakarta.
Hingga saat ini, pihaknya juga belum mendapat instruksi apakah akan dilakukan Unas ulangan atau tidak. “Secara formal Unas di DIJ tidak bocor, tapi kami menunggu dawuh saja,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Disdikpora DIJ Baskara Aji. Meski ramai diberitakan ada bocoran soal Unas di DIJ, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga belum memutuskan akan mengadakan Unas ulangan di DIJ. Ia mengaku belum mendapat pemberitahuan terkait hal itu dari Kemendikbud. “Belum ada pemberitahuan dari Kemendikbud,” tuturnya. (eri/pra/laz/ong)