SLEMAN – Terjadinya kebocoran Ujian Nasional (Unas) sebagai-mana yang dilaporkan siswa SMAN 3 Kota Jogja, tak luput dari perha-tian Rektor Universitas Negeri Yo-gyakarta (UNY), Rochmat Wahab. Meski demikian, dia berharap ma-syarakat jangan terburu-buru mem-berikan penghakiman, tapi harus menunggu sampai keseluruhan Unas terekap dan keluar hasilnya.”Kami masih wait and see, lihat dulu hasil secara keseluruhan itu bagaimana dan seperti apa. Itu yang nanti jadi pegangan kami. Kami juga belum berani bertindak kalau belum dapat informasi final dari kementerian,” ujarnya kepada Radar Jogja, kemarin (17/4).
Selain itu, kata Rochmat, setiap kampus negeri mempunyai oto-nomi masing-masing. Sehingga tidak dapat diintervensi oleh pe-jabat setingkat di atasnya, baik dirjen, menteri atau bahkan pre-siden. Termasuk dalam hal se-leksi penerimaan mahasiswa baru. Hanya saja, ia mengungkapkan, dalam kesepakatan beberapa rek-tor, hasil dari Unas dapat diper-timbangkan untuk menyeleksi penerimaan mahasiswa.”Kalau sudah fix keluar rekap se-muanya 2 Mei nanti, baru dapat kami sikapi. Akan kami gunakan atau tidak hasil Unas. Itu kewenangan otonom rektor, tentu dengan ber-bagai pertimbangan dan kajian informasi,” tambahnya.
Termasuk jika nantinya nilai Unas dipertimbangkan untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), pihaknya juga perlu mencermati hasil Unas dari Kemendikbud. Dari situ, lanjutnya, akan diketahui sekolah yang ternyata massif mendapatkan bocoran soal. “Akan tahu dan teridentifikasi sebagai sekolah yang ternyata in-tegritasnya kurang baik. Dan ting-kat kejujurannya kurang bisa di-terima,” terangnya.Hal ini tentu berbeda dengan ke-terangan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana sebelumnya (Radar Jogja Jumat 17/4). Dikatakan bahwa UNY dan UIN dipstikan tidak menggunakan hasil Unas untuk penerimaan ma-hasiswa baru, karena adanya ke-bocoran Unas bisa mengakibatkan nilai unas tidak valid lagi.
Menyikapi adanya kondisi saat ini, Rektor UNY menegaskan, masih menunggu sampai semua data ter-kumpul dan dilaporkan kepada masing-masing pimpinan perguruan tinggi. Di samping itu, menurut rektor asal Jombang Jawa Timur itu, pro-ses Seleksi Nasional Masuk Per-guruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih berfokus pada nilai rapor dan prestasi akademik lainnya.”Kami sangat hati-hati, dan tidak mau terburu-buru. Kita tunggu saja hasilnya. Harapan kami, nanti hasilnya dari investi-gasi dan mapingnya akan keli-hatan, soal bocoran yang masuk ke Jogja berapa. Bisa juga hasil Unas itu digunakan untuk men-goreksi membandingkan pe-serta SNMPTN. Alumni sebe-lumnya yang diterima berapa, nilainya berapa bisa kita guna-kan,” tandasnya. (cr3/jko/ong)