HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KLARIFIKASI: Rombongan anggota DPRD Kulonprogo saat meninjau tanah sengketa di Pasir Mendit, Jangkaran, Temon.
KULONPROGO – Dewan memberikan perhatian khusus terhadap kasus sengketa lahan di perbatasan Kulonprogo-Purworejo, tepatnya di Pasir Mendit, Jangkaran, Temon. Bahkan para wakil rakyat ini berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahan penggunaan lahan tanpa seizin pemilik lahan yang merupakan wargaa Kulonprogo.Ketua DPRD Akhid Nuryati bersama anggota dewan Suharto, Muhtarom Asrori, Suprapto, Muridna, dan Sugiyanto me-lakukan peninjauan dan klarifikasi. Rombongan diterima langsung Kepala Dusun (Kadus) Pasir Mendit Nasir Bintoro di rumahnya. Kadus Pasir Mendit Nasir menjelaskan, tanah tersebut adalah tanah milik pribadi warga Pasir Mendit, sebagian lagi memang milik Pakualam Ground (PAG). Lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk.
Sementara tanah tersebut milik 36 kepala keluarga (KK) warga Pasir Mendit, 10 hektare milik perorangan, dan sisanya 20 hektare milik PA Ground. “Warga juga sudah membayar pajak atas tanah tersebut, SPT Pajak ada,” ucap Nasir saat menemui para anggota dewan Kulonprogo baru-baru ini.Diterangkan Nasir, dulunya tanah tersebut adalah milik orang tua warga dan ditanami padi serta palawija. Namun karena kerap terkena air pasang laut dan sering menyebabkan gagal panen, akhir-akhir ini sudah beralih fungsi menjadi tambak udang. Sementara pemilik tanah memang sengaja membiarkannya.”Sebenarnya Letter C untuk tanah warga Pasir Mendit yang menjadi sengketa sudah ada di Desa Jangkaran, untuk sebagian warga Purworejo yang umurnya di atas 60 tahun sebenarnya sudah mengetahui kalau tanah itu milik warga Pasir Mendit. Namun untuk warga Purworejo yang umurnya di bawah 60 tahun belum mengetahuinya,” terang Nasir.
Nasir menambahkan, tanah tersebut sekarang dikelola dan digarap untuk petambak udang warga Dusun Jati Kontal, Gedangan dan Karanganyar, Kabupaten Purworejo tanpa seizin dan sepengetahuan warga pemilik tanah. “Untuk itu, saya meminta kepada anggota DPRD Kulon-progo untuk membantu mengatasi masalah tanah yang menjadi sengketa tersebut,” terangnya.Menanggapi hal tersebut Akhid Nuryati menyatakan, pihaknya siap membantu menyelesaikan masalah tanah sengketa tersebut. “Terlebih dalam kerja sama antarlembaga DPRD Kulonprogo dan DPRD Purworejo juga sudah disampaikan permasalahan tanah sengketa ini,” ucap Akhid. (tom/ila/ong)