FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
KEJAR ADIPURA: Sekda Sugiharto melihat langsung Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Banyuurip. Selain itu, Sekda juga meninjau beberapa tempat di Kota Magelang.
MUNGKID – Rencana pemerintah membangun tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Regional tak kunjung ada kepas-tian. Hingga kemarin (17/4), belum ada ke-jelasan soal pengadaan tanah untuk lokasi pembuangan sampah di Kabupaten Magelang. Bahkan, pemerintah provinsi juga belum mengalokasikan dana bagi pengadaan tanah TPA Regional tersebut
“Berdasarkan beberapa kali rapat koordinasi yang dilakukan Pemkab Magelang, Pemprov Jawa Tengah, dan pemerintah pusat, diketahui pusat tidak memiliki kewenangan untuk pengadaan tanah. Sementara di tingkat pemprov, anggaran untuk pengadaan tanah TPA Regonal juga belum masuk da-lam Rencana Pembangunan Jangka Menenga Daerah (RPJMD) 2015,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang Sutarno kemarin (17/4).
Rencana pengadaan tanah pembangunan TPA Regional di Kabupaten Magelang belum jelas. Penyebabnya, belum ada kejela-san di bawah kewenangan pihak mana. Dengan begitu Pemkab Magelang berencana membangun TPA baru. Namun secara single alias sendirian. Mengingat kebu-tuhan TPA cukup mendesak. Terutama dengan kondisi TPA Pasuruhan, Kecamatan Mertoy-udan yang sudah overload.”Kabupaten Magelang butuh TPA, baik single maupun regio-nal. Karena terkendala penga-daan tanah, pemda akan men-gupayakan TPA single,” tegasnya.
Ia melanjutkan, kemungkinan besar akan dicarikan lokasi baru untuk pembangunan TPA ter-sebut. Namun, Sutarno belum mau mengungkap di lokasi mana TPA akan dibangun.”Yang pasti, lokasi nantinya berdasarkan berbagai per-timbangan dan sesuai RTRW,” terangnya.
Terkait anggaran yang dipakai, Pemkab Magelang mengang-garkan dana melalui APBD. Namun, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk rencana ter-sebut belum disampaikan.Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM Kabu-paten Magelang Urip Raharto mengatakan, pihaknya melaku-kan penataan dengan meratakan sampah yang menggunung di TPA Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan. Menurutnya, masih ada lahan bebas seluas 6 ribu meter per-segi di sisi Selatan yang belum digunakan.”Selama ini sampah menggu-nung hanya di satu titik. Kami akan meratakan sampah ke sisi Selatan, menutupnya dengan tanah. Kami optimalkan lahan yang ada,” jelasnya.
Ia mengatakan, TPA Pasuruhan menjadi salah satu titik yang mendapatkan fokus perhatian Pemkab Magelang. Ada bebera-pa pembenahan yang dilakukan. Selain menata sampah, pihaknya juga melakukan pengecatan sarana prasarana TPA, pember-sihan saluran, dan optimalkan sumber daya manusia untuk pembersihan. Selain pembenahan, upaya ini juga untuk mendukung peni-laian Adipura yang diperkirakan berlangsung Senin lusa (20/4).(ady/hes/ong)