DWI AGUS/RADAR JOGJA
MIMERS: Jemek Supardi akan menjadi pendamping dalam proses latihan mimers muda dalam Gelar Festival Pantomime di TBY.
JOGJA – Pantomime sebagai seni gerak tubuh sebagai media ekspresi belum banyak diminati oleh generasi muda. Berangkat dari situ Taman Budaya Yogya-karta (TBY) kembali mengadakan Gelar Festival Pantomim. Pada tahun ini sebanyak lima kontingen akan tampil di TBY dari 22 hingga 24 April mendatang. Tidak hanya melibatkan mimers professional tapi juga mimers usia anak-anak.Kepala TBY Diah Tutuko Suryandaru mengatakan, Festival Pantomim ini merupakan program yang digagas untuk menumbuhkembangkan seni pantomime di Jogjakarta. Penye-lenggaraan tahun ini dikemas lebih segar. Ini karena akan melibatkan para mimers usia muda.”Pantomime sebagai seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media ekspresi kurang diminati oleh generasi muda. Pergelaran Pantomime 2015 ini menjadi media pembinaan yang efektif bagi generasi muda. Harapannya agar generasi muda mengenal dan tertarik untuk mengembangkan seni pantomime di Jogjakarta,” ungkapnya belum lama ini.
Menurutnya, fokus pada generasi muda merupakan sebuah upaya regenerasi. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya mampu melahirkan bibit baru. Baik itu secara individu maupun dalam paguyuban yang mewadahi para seniman pantomime.Sesepuh pantomime nantinya akan mendampingi dalam proses pelatihan. Sebut saja nama Jemek Supardi, seorang pelaku panto-mime yang tidak perlu diragukan lagi. Adapula Dedy Ratmoyo dan Nanang Arizona sebagai nara-sumber mendampingi Jemek.”TBY Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan DIJ memiliki tugas sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan seni pertunjukan di Jogjakarta. Seni pantomime menjadi salah satu seni yang akan terus dikembang-kan,” ungkapnya.Menurut Diah dengan perkem-bangannya, pantomime akan mempengaruhi iklim seni di Jogjakarta. Ini karena keber-adaannya turut mewarnai ragam seni DIJ. Bahkan tidak menutup kemungkinan muncul kolaborasi dengan disiplin ilmu seni lainnya.Salah satu penampil dari kegiatan ini adalah siswa SD Muhammadiyah Sapen Jogjakarta. Sebanyak 75 siswa SD dari kelas II hingga V akan turut meramaikan festival ini. Lakon yang diambil berjudul Ilang karya dari Enderiza sekaligus sebagai sutradara. (dwi/ila/ong)