FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
SIDAK TES URINE:Wakapolres Kompol Rudy Cahya Kurniawan (kiri) saat memantau pelaksanaan inspeksi mendadak tes urine para anggotanya di Mapolres Magelang Kota, kemarin.
MAGELANG – Tanpa didahului pengumuman atau pemberitahuan, tiba-tiba Polda Jateng meminta para anggota Polres Magelang Kota untuk melakukan tes urine. Tes urine dilakukan secara acak terhadap para anggota yang berdinas.Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho didampingi Wakapolres Kompol Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, tes urine dilakukan untuk memastikan para anggotanya sebagai pengkonsumsi narkoba atau tidak.”Tanpa pemberitahuan. Prosesnya dilakukan secara bertahap, dan anggota pun diperiksa secara acak,” tegasnya, kemarin (18/4).
Menurut Kapolres, sebenarnya tes urine kepada anggota sudah sering dilakukan. Namun, dengan adanya arahan dari Polda Jawa Tengah, membuat pihaknya semakin intensif menggelar pemeriksaan.”Ini semacam inspeksi mendadak (sidak), dengan tujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di jajaran Polres Magelang Kota,” tandasnya.Tak hanya berlangsung kemarin saja, sidak akan berlanjut pada hari-hari yang akan datang. “Sifatnya insidentil, dan waktunya dirahasiakan. Hasil tes ini bisa langsung diketahui, apakah anggota positif atau negatif konsumsi narkoba,” lanjutnya
Rudy memastikan tidak ada unsur manipulasi pemeriksaan urine kepada anggotanya tersebut. Sebab, hasil tes dapat langsung diketahui secara terbuka, termasuk anggota lainnya. “Hasil tes diumumkan secara terbuka. Anggota lainnya juga bisa mengetahui. Dan kami bersyukur, sampai saat ini di Polres Magelang Kota semuanya negatif,” ujarnya.Sementara itu, sebagai dukungan langkah antisipasi, Rudy juga meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui ada anggota kepolisian yang mengonsumsi dan mengedarkan narkoba.”Kami jamin keamanan masyarakat yang berani melaporkan penyalahgunaan narkoba, baik itu anggota polisi maupun warga sipil,” tegasnya.
Pihaknya juga menjanjikan tindakan tegas terhadap oknum anggota polres yang terbukti mengonsumsi, maupun mengedarkan narkoba jenis apa pun. Menurutnya, paling ringan, personel bisa diberhentikan secara tidak hormat. “Kalau ada yang positif, tentu akan kami periksa lebih dalam lagi. Jika memang benar, sanksi bisa dilakukan mulai dari pemberhentian secara tidak hormat hingga sanksi pidana. Karena di mata hukum, semuanya sama,” tegasnya.Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani menambahkan, tes urine ini berlaku bagi seluruh anggota. Terlebih personel yang opsnal di lapangan. “Tes ini menyeluruh, bahkan sampai ke tingkat polsek. Sasarannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, terutama bagi anggota yang sering opsnal di lapangan, seperti Sat Reskrim, Sat Narkoba, Lantas, dan satuan lainnya,” paparnya. (dem/jko/ong)