DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
MEREKA BISA : Salah satu pertandingan di nomor tenis meja kelompok tuna netra yang dipertandingkan dalam Popcada 2015.
JOGJA-Kontingen Kabupaten Bantul meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Penyandang Cacat Daerah (Popcada) 2015 dengan 5 emas, 6 perak, dan 2 perunggu.
Dari hasil tersebut, Bantul menoreh sejarah dengan mengawinkan gelar juara umum dua kejuaran olahraga pelajar, yakni Popcada 2015 dan Popda 2015 yang berlangsung Maret lalu.
Di hari terakhir Popcada 2015, Sabtu (18/4), menjadi final dua cabang olahraga (cabor) yang tersisa, yakni tenis meja dan bulutangkis. Meskipun tidak membawa mengantongi emas dari cabor bulutangkis, Bantul berhasil menyabet 3 emas dari 5 nomor yang dipertandingkan pada cabor tenis meja.
Dari cabor tenis meja yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Slamet menyumbang emas dari nomor tunggal putra tuna netra, Dwi Nurohman dari nomor tunggal putra tuna rungu, dan Nonda Anggita Putri menggenapi perolehan emas dari nomor tunggal putri tuna rungu.
Sedangkan dua emas lainnya diraih Kota Jogja oleh Mikael Fernandi dari nomor tunggal putra tuna grahita dan 1 emas lainnya diraih Tri Wahyuni dari nomor tunggal putri tuna grahita untuk Sleman.
Di cabor bulutangkis, Sleman mencuri kesempatan untuk menambah pundi-pundi emas dengan membawa pulang 2 emas dari 4 nomor yang dipertandingkan. Irma Oktaviani memperoleh dari nomor tunggal putri tuna rungu dan Riswida Wijayanto meraih emas dari nomor tunggal putra tuna grahita. Sedangkan Tri Angga Surya meraih emas dari nomor tunggal putra tuna rungu untuk Gunungkidul dan Meydawati dari nomor tunggal putri tuna grahita untuk Kota Jogja.
Kepala Seksi Olahraga BPO selaku Ketua Panpel Eka Heru Prasetya mengatakan, sebanyak 200 atlet pelajar penyandang disabilitas se-DIJ bersaing ketat dan sportif. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang seleksi bagi mereka untuk menghadapi Popcanas di Bandung, Juni mendatang. “Mereka yang memperoleh medali akan dipersiapkan untuk mengikuti Popcanas. Yang belum meraih prestasi jangan kecewa, terus semangat dan berusaha,”ujarnya.
Setelah Bantul, di posisi kedua ditempati Sleman dengan perolehan 4 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Posisi tiga diraih Kota Jogja dengan perolehan medali 3 emas, 6 perak dan 2 perunggu dan di posisi keempat Gunungkidul dengan perolehan 3 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Di posisi kelima Kulon Progo harus puas dengan 1 emas dan 2 perunggu.(dya/din/mga)