GUNAWAN/RADAR JOGJA
BERANI – Balon Bupati Gunungkidul M Dadang Iskandar (tengah) mendaklarasikan diri sebagai salah satu calon independen kemarin (19/14)*Jika Balon Bupati dari Independen 
GUNUNGKIDUL – Dukungan untuk calon perseorangan (independen) yang maju pada Pilkada Gunungkidul harus sebanyak 7, 5 persen jumlah penduduk. Saat ini, jumlah penduduk mencapai 749.447 jiwa. Maka setidaknya supaya bisa lolos harus mendapat dukungan berupa salinan di atas 60 ribu KTP.
Persyaratan tersebut gampang-gampang susah. Salah seorang balon bupati, M Dadang Iskandar mengaku sudah menyiapkan jurus supaya target dukungan bisa terpenuhi. Saat ditemui pada acara deklarasi pencalonannya sebagai balon bupati kemarin (19/5). Dia mengaku tengah menyiapkan anggaran miliaran rupiah. “Tapi saya lebih nyaman, karena dari sisi cost (biaya) bisa langsung ke rakyat melalui pengumpulan KTP itu. Jadi, cost yang saya keluarkan itu saya anggap sebagai sedekah,” kata M Dadang Iskandar.
Dia menjelaskan, pencalonannya melalui jalur independen diharapkan juga mampu menginspirasi tokoh muda lain. Karena saat ini, kata Dadang, pemimpin yang paling dibutuhkan warga wilayah Jogjakarta ujung timur adalah pribadi punya nyali, memiliki kemampuan dan baik hati. Tapi diakui, persyaratan calon independen cukup berat. “Untuk setor KTP 90 jiwa, saya bisa keluar biaya hingga Rp 1 miliar,” terangnya.
Aktivis LSM Gunungkidul Coruption Watch (GCW) itu menampik, jika pencalonannya hanya akal-akalan untuk kepentingan tertentu. Menurut dia, menjadi orang nomor satu di Bumi Handayani harus memiliki kreteria seperti yang sudah disampaikan yakni, punya nyali, mampu dan baik hati.
“Jadi keliru besar jika ada anggapan, munculnya saya di Pilkada hanya untuk mencari kepentingan pribadi. Sangat salah besar pula bila ada anggapan kehadiran saya dianggap sebagai upaya menggembosi calon lain,” tegasnya.
Dia mengaku tidak didanai siapa-siapa. Pihaknya murni merogoh kocek dari keringat sendiri untuk mendapatkan hak untuk dipilih sebagai calon bupati. Usaha tersebut dilakukan agar niat baik mengelola sistem pemerintahan bisa terkabul. “Namun kalau saya tidak jadi bupati, semoga ide dan gagasan bisa diteruskan bupati terpilih,” ucapnya.
Sementara itu, calon independen lain yang santer disebut adalah Benyamin Sudarmadi. Pentolan Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) ini sudah mulai bergerak ke akar rumput. Bahkan, upaya mengumpulkan KTP dikabarkan sampai melibatkan perangkat desa. “Satu pedukuhan dicari dua KTP,” ucap salah seorang dukuh wilayah Kecamatan Patuk yang meminta namanya dirahasiakan.
Namun begitu, pihaknya enggan dikonformasi terkait berapa rupiah yang didapat warga jika mau menyerahkan KTP.
Benyamin Sudarmadi sendiri belum bisa dikonformasi terkait pencalonannya. Hanya saja, belum lama ini dia sempat menghadiri satu acara dan menggandeng tokoh kalangan Nahdatul Ulama (NU), Mustangit. Tokoh ini dikabarkan sebagai salah satu kandidat balon wakil bupati. (gun/Nr)