JOGJA – Jogjakarta semakin menarik perhatian masyarakat luar negeri. Setelah mendapatkan kunjungan dari Aljazair, Gubernur Hamengku Buwono X kembali menerima kedatangan tamu dari manca. Kali ini dating dari peserta studi banding CEDS (Center d’Etudes Diplomatiques et Strategiques) Madagaskar.
Acara ini bertempat di gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Jogja, Sabtu (18/4). Rombongan dipimpin Duta Besar Solofo Rasoarahona didampingi Mayjen (General Devision) Beni Xavier Rasolofonirina yang saat ini menjabat KSAD-nya Madagaskar.
Dalam kesempatan ini, Solofo yang juga mantan penasehat Presiden Madagaskar dan tetap aktif membantu presiden itu memyampaikan maksud kunjungannya ke Indonesia, termasuk Jogja. Ia mengakui ada perasaan emosional yang mendalam antara Madagaskar dengan Indonesia.
Dikatakan Solofo, ini merupakan kunjungan ke negeri asal atau tanah leluhur warga Madagaskar. Menurutnya, Madagaskar yang berpenduduk sekitar 22 juta jiwa itu mempunyai kedekatan hubungan sejarah, budaya dan asal usul dengan Indonesia.
Gubernur HB X menyambut baik kunjungan ini dan berharap bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat membangun kebersamaan antara Jogja dan Madagaskar. Kepada tamunya ia juga menjelaskan asal-usul berdirinya DIJ, mulai dari dinasti Mataram sebelum Indonesia merdeka hingga diberikannya UU No 13 Tahun 2012 tentang keistimewaan DIJ.
Setelah bertemu dengan gubernur yang juga raja Keraton Jogja, rombongan yang berjumlah 40 orang itu melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang. Malam harinya, mereka diterima dengan jamuan makan malam di Bangsal Srimanganti, Keraton Jogja.
Sejumlah pejabat Pemprov DIJ hadir dalam penerimaan delegasi Madagaskar ini. Mereka adalah Asisten II Sekda DIJ, Kepala BKPM, Kepala Biro Tata Pemerintahan, dan kepala beberapa SKPD terkait. (pra/laz/mga)