JOGJA – Adanya 178 transaksi mencuri-gakan yang diendus Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), mendapat atensi pegiat antikorupsi Jogja-karta. Jogja Corruption Watch (JCW) me-minta Kejati DIJ menindaklanjuti laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) pada triwulan 2015 ini. JCW menduga transaksi tersebut ada kai-tannya dengan tindak pidana pencucian uang dan korupsi. “Rekening mencurigkan perlu diselidiki. Patut diduga ada perbuatan tindak pidana, bisa korupsi atau pencucian uang,” kata Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat JCW Baharuddin Kamba, ke-marin (20/4).Sebelumnya, pada 2013 PPAT melansir di DIJ ada 797 laporan transaksi keuangan yang mencurigakan, kemudian 2014 PPATK menyebut ada 362 laporan transaksi keu-angan mencurigakan dengan 181 terindi-kasi tindak pidana.
Anehnya, rilis PPATK itu tidak mendapat respons dari aparat penegak hukum di DIJ baik Polda maupun Kejati DIJ. “Seharusnya aparat penegak hukum menindaklanjuti. Mintalah data yang mencurigakan itu ke PPATK. Pasti akan ketahuan siapa pelaku-nya,” tandas Kamba.Kepala Kejati DIJ I Gede Sudiatmaja menga-ku belum bisa memberikan tanggapan se-putar transaksi mencurigakan yang dirilis PPATK. Saat itu pihaknya sedang melakukan gelar perkara suatu kasus korupsi. “Lebih baik besok saja, ini masih gelar perkara,” kata Sudiatmaja kemarin. (mar/laz/ong)